PENGAKUAN IMAN GEREJA KRISTEN ABDIEL (GKA) GRACIA CITRA RAYA

December 21, 2009

Gereja Kristen Abdiel (GKA) GRACIA Citra Raya mengakui dan menerima penuh rumusan-rumusan Pengakuan Iman Reformed:

1. Pengakuan Iman Rasuli (Credo Apostolicum), Pengakuan Iman Nicea Konstantinopel (Credo Nicea Constantinople), Pengakuan Iman Chalcedon (Credo Chalcedon), Katekismus Heidelberg (Heidelberg Catechism), Pengakuan Iman Westminster (The Westminster Shorter & Larger Catechism), Pengakuan Iman Belgia (Belgic Confession), Keputusan Sinode Dortrecht (The Canons of Dort), dan Pernyataan Mengenai Ketidakbersalahan Alkitab di Chicago (Chicago Statement on Biblical Innerancy).

2. Rumusan Pengakuan Iman Reformed Sinode GKA sebagai berikut:

ALKITAB

1. Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah Firman Allah yang tertulis, diilhamkan oleh Roh Kudus, ditulis oleh para penulis dibawah bimbingan Roh Kudus.

2. Alkitab tidak bersalah dalam naskah aslinya di dalam segala hal (Inerrancy of the Scripture), sebab itu Alkitab (Sola Scriptura) adalah standar dan pedoman bagi kehidupan dan pengajaran gereja.

3. Hanya Alkitab yang mengajarkan tentang kepastian keselamatan umat pilihan Allah dari dosa melalui karya penebusan Yesus Kristus Tuhan diatas kayu salib.

ALLAH

1. Allah adalah satu-satunya Allah yang hidup dan benar, yang menyatakan diri dalam Tiga Pribadi: Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Ketiga Pribadi ini sama dalam substansi, setara dalam kuasa dan kemuliaan. Keberadaan-Nya kekal dan sempurna, bergantung sepenuhnya pada Diri-Nya sendiri.

2. Allah adalah Pencipta, Berdaulat dan Pemelihara segala sesuatu yang kelihatan dan tidak kelihatan. Allah tidak terbatas dalam kuasa, hikmat, keadilan, kebaikan dan kasih. Segala sesuatu dalam alam semesta ini berpusat pada kedaulatan Allah, berada dalam pengaturan dan pengontrolan tertinggi dari Allah Tritunggal untuk menyatakan kemuliaan-Nya.

3. Segala sesuatu berdasarkan anugerah Allah (Sola Gratia), yaitu anugerah yang bersifat umum (Common Grace) yang berhubungan dengan pemeliharaan Allah atas ciptaan-Nya (The Providence of God) dan anugerah Allah yang bersifat khusus (Special Grace) yang berhubungan dengan keselamatan atas umat pilihan-Nya melalui Yesus Kristus.

MANUSIA

1. Manusia diciptakan Allah menurut gambar dan rupa-Nya, memiliki pengetahuan yang benar (true knowledge), keadilan yang benar (true righteousness), dan kekudusan yang benar (true holiness).

2. Manusia dengan sengaja telah melanggar perintah Allah sehingga jatuh dalam dosa dan telah merusak perjanjian dengan Allah, selanjutnya tidak dapat berbuat baik, bahkan cenderung berbuat yang jahat dan tidak mampu menyelamatkan dirinya dari hukuman kekal.

DOSA

1. Dosa adalah sikap hati, pikiran dan perbuatan yang melanggar hukum Allah, dan tidak mencapai sasaran yang telah ditetapkan oleh Allah.

2. Adam adalah perwakilan manusia yang pertama kali kali jatuh dalam dosa, yang disebut dosa asal, selanjutnya menghasilkan dosa pelanggaran terhadap hukum Allah.

3. Dosa telah mengakibatkan kematian rohani, dan jasmani secara kekal sehingga manusia harus hidup sengsara di bawah murka Allah yang adil tanpa pengharapan untuk menerima keselamatan.

YESUS KRISTUS

1. Yesus Kristus adalah Pribadi Kedua dari Allah Tritunggal, yang memiliki jabatan sebagai Nabi, Imam dan Raja. 2. Yesus Kristus adalah Anak Allah yang telah menjadi manusia (inkarnasi), Allah sejati dan manusia sejati yang memiliki dua natur dalam satu pribadi dari kekal sampai kekal.

2. Yesus Kristus telah dipilih Allah menjadi penebus satu-satunya (Solus Christus), yang menjadi pengantara Allah dan manusia untuk menyelamatkan umat pilihan- Nya.

KESELAMATAN

1. Allah di dalam kekekalan telah memilih dan menetapkan sejumlah manusia berdosa untuk diselamatkan. Pada saat yang ditentukan Kristus datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan umat pilihan-Nya.

2. Umat pilihan tidak akan pernah dapat menentang pekerjaan Roh Kudus, juga tidak akan pernah kehilangan keselamatan setelah dia menerima keselamatan itu.

3. Keselamatan diperoleh hanya berdasarkan anugerah Allah (Sola Gratia), melalui iman kepada Yesus Kristus (Sola Fide).

4. Keselamatan dapat disimpulkan dalam 5 Pokok Calvinisme (The Five Point of Calvinism) : a. Total Depravity (Kerusakan Total) b. Unconditional Election (Pemilihan yang Tidak Bersyarat) c. Limited Atonement (Penebusan yang Terbatas) d. Irresistible Grace (Anugerah yang Tidak Dapat Ditolak) e. Perseverance of the Saints (Ketekunan Orang Kudus).

ROH KUDUS

1. Roh Kudus adalah Pribadi Ketiga dari Allah Tritunggal yang mengilhami Alkitab untuk menginsafkan manusia akan dosa mereka melalui Firman-Nya.

2. Roh Kudus memperlengkapi umat pilihan dengan kuasa dan karunia untuk mentaati hukum Allah dan melayani gereja-Nya.

3. Roh Kudus yang memberikan pencerahan kepada umat pilihan, sehingga mereka dapat percaya Injil dan menerima keselamatan.

4. Roh Kudus yang melahir-barukan umat pilihan, menghasilkan pembenaran (justification) dan pengudusan (sanctification).

GEREJA

1. Gereja adalah kumpulan umat pilihan Allah yang telah diselamatkan dari segala zaman, terikat oleh Perjanjian Allah untuk melayani Dia dalam dunia.

2. Gereja memiliki tugas utama melaksanakan Amanat Agung (Mandat Penginjilan) dan Mandat Budaya.

AKHIR ZAMAN

1. Tuhan Yesus pasti datang untuk kedua kali sesuai dengan janji Firman Tuhan. Pada saat kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, orang percaya akan dibangkitkan untuk menerima hidup kekal, sedangkan yang tidak percaya akan menerima hukuman kekal.

2. Tuhan Yesus adalah Raja atas segala raja yang akan memerintah bersama-sama umat pilihan-Nya sampai selama-lamanya.

(sesuai dengan Bagian Kedua mengenai Pokok Kepercayaan pada pasal 4 mengenai Pengakuan Iman dalam TATA DASAR SINODE GEREJA KRISTEN ABDIEL 2008)

Who is the real Jesus?

December 21, 2009

THE JEHOVAH’S WITNESSES (Saksi-Saksi Yehuwa) by Rev. Yarman Halawa, D.Min

December 14, 2009

Seri Bidat (Ajaran Sesat)
Persekutuan SolaFide
Rabu, 16 Mei 2007


Sejarah Singkat Munculnya Bidat Ini

Sejarah Saksi Yehovah diawali oleh seorang bernama Charles Taze Russell, yang dilahirkan di sebuah kota dekat Pittsburgh, Penssylvania-USA pada 16 Pebruari 1852. Dalam usia 25 tahun ia menjadi pedagang kain yang sukses. Ia menjadi anggota gereja Congregational, dan sangat bersemangat dalam kelompok PA namun sangat kurang dalam pengeahuan tentang Alkitab. Pada tahun 1870 ia membentuk kelompok PA dengan anggota 30 orang dan pada 1876 ia diangkat menjadi “pastor” (pendeta) dalam kelompok tersebut tanpa pernah mengenyam pendidikan seminari atau sekolah teologia sedikitpun. Pada dasarnya hasil-hasil PA kelompok ini menyangkali beberapa doktrin ortodoks seperti: Tritunggal, keilahian Kristus, kebangkitan tubuh Kristus, parousia dan penghakiman terakhir.

Pada 1879 ia menginvestasikan kekayaannya dalam penerbitan majalah The Herald of The Morning yang kemudian menjadi The Watchtower Announcing Jehovah’s Kingdom. Kemudian pada 1884 ia membentuk kelompok Zion’s Watch and Tract Society yang sangat militant. Ia kemudian memindahkan markasnya ke Brooklyn, NY pada 1908 dan menerbitkan secara massal majalahnya hingga kematiannya pada 1916. Hingga periode 1980an The Watchtower Bible and Tract Society menguasai daerah mahal di pusat kota Brooklyn, percetakan besar “Kingdom Farm” dan sekolah missionary “Gilead” di South Lansing, NY.

Penggantinya Joseph F. Rutherford membuat nama Jehovah Witnesses berkibar pesat dengan 105.000 anggota., yang kemudian “meledak” menjadi 2,2 juta orang pada masa kepemimpinan Nathan H. Knorr yang menerbitkan terjemahan bahasa Inggris Alkitab versi mereka dengan judul The New World Translation of Holy Scriptures. Pada tahun 1981 anggotanya mencapai 4 juta orang dan pada tahun 2001 menjadi 6.117.66 orang. Di Amerika jumlah keanggotaannya hanya 979.637. Ini berarti perkembangan yang paling pesat justru terjadi diseluruh dunia termasuk Indonesia. Laporan tahunan pada 2001 lalu bahkan memberikan data yang mengejutkan bahwa lebih dari 15 juta orang mengunjungi tempat2 pertemuan mereka yang disebut “Kingdom Hall” atau “Aula Kerajaan” yang merupakan tempat-tempat ibadah orang Saksi Yehuwa.

Disamping itu, kemampuan publikasi mereka sungguh mengagumkan (contoh: edisi pertama “Zion’s Watch Tower” adalah 24.147.000 eksemplar/bulan dalam 78 bahasa pada tahun 2004. Majalah “Awake” pada saat ini bersirkulasi >18 juta eksemplar/bulan dalam 67 bahasa). Pada saat ini, kantor-kantor cabang “the Watchtower” beroperasi di lebih dari 225 negara termasuk Indonesia!

Pokok-Pokok Penting Ajaran Saksi Yehuwa
Ada sedikitnya 6 buku yang merupakan referensi utama pengajaran Saksi Yehuwa yang di ‘klaim’ sebagai penjabaran kebenaran Alkitab yang paling benar: (1) Let God be True, (2) Make Sure of All Things, (3) The Truth Shall Make You Free, (4) The Kingdom is at Hand, (5) The Truth That Leads To Eternal Life, (6) Aid To Bible Understanding.

Ajaran tentang Allah Tritunggal
(1) Let God Be True, edisi 1952, hal. 100: “Ada 3 allah-allah (gods) dalam satu yakni ‘Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus’ dan ketiganya memiliki kuasa, substansi dan kekekalan setara”.
(2) Let God Be True, hal. 101: “Setan adalah pengasal mula/pengarang doktrin Trinitas.”
(3) Let God Be True hal. 111): “Doktrin Trinitas tidak di anut oleh Yesus maupun orang Kristen mula-mula.”

Ajaran tentang Pribadi Yesus Kristus
(1) Make Sure of All Things, hal. 207: “Yesus, sang Kristus, suatu individu ciptaan, adalah pribadi (personage) tertinggi kedua dari Alam Semesta. Allah Yehowa dan Yesus bersama-sama membentuk kekuasaan-kekuasaan yang superior”.
(2) Let God Be True, hal. 91: “…Ia sebelumnya (was) adalah Allah, tapi bukan Allah yang perkasa, yakni Yehuwa.”
(3) Let God Be True hal. 88): “Kebenaran atas permasalahan ini adalah bahwa firman adalah Kristus Yesus, yang memiliki permulaan.”
(4) The Truth Shall Make You Free, hal. 47: “…Kitab Suci yang benar berkata tentang Anak Allah, Firman, sebagai ‘allah’ (a god). Ia adalah ‘allah yang perkasa’, tapi bukan Allah Perkasa, yakni Yehowa”.
(5) The Kingdom is at Hand, hal. 46-47, 49: “Dengan kata lain, ia adalah yang pertama dan ciptaan langsung dari Allah Yehowa”.
Ayat-Ayat ‘Sakti’ Saksi Yehuwa
Beberapa ayat “sakti” mereka untuk membuktikan bahwa Yesus adalah ciptaan pertama Allah Yehuwa versi alkitab mereka (The New World Translation of the Holy Scriptures) adalah sebagai berikut:

(1) Yohanes 1:1: “In (the) beginning the Word was, and the Word was with God, and the Word was a god” (Pada mulanya adalah Firman dan Firman itu bersama dengan Allah, dan Firman itu adalah seorang Allah)

Penjelasan:
Terjemahan yang benar seharusnya: “Pada mulanya adalah Firman dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah.” Mereka salah menerjemahkan bahasa asli Yunani (Gerika) (yang terjemahan sebenarnya adalah “dan Allah adalah Firman” atau “dan Firman itu adalah Allah”) dimana kata Firman) menurut mereka adalah menunjuk ke Yesus sebagai “allah kedua” sedangkan kata theos) menunjuk kepada Yehuwa. Menurut mereka tidak adanya artikel o (ho) pada kata menyebabkan kata yang memiliki artikel o (ho) harus diterjemahkan “a god” (seorang allah). Ini menunjukkan kelemahan mereka karena didalam tata bahasa Gerika apabila subyek telah memiliki artikel maka predikatnya tidak perlu memilikinya.

(2) Yohanes 14:28: Yesus berkata, “…sebab Bapa lebih besar dari pada Aku”

Penjelasan: ayat ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa Yesus lebih rendah dari Allah (Yehuwa) tetapi Yesus berbicara mengenai kemanusiaan-Nya dalam konteks manusia tidak dapat mengetahui apa yang Allah ketahui.

(3) Wahyu 3:14: “Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah”

Penjelasan: mereka salah menerjemahkan kata yang dapat diterjemahkan sebagai “the beginning (permulaan)”, “the chief (pemimpin)” atau “the ruler (penguasa)”. Terjemahan yang tepat seharusnya menggunakan kata “the ruler” (Sang penguasa) atau “the chief “ (Sang Pemimpin atau Pemilik). Ayat ini menunjukkan bahwa Yesuslah Penguasa atau Pemilik segenap ciptaan yang berarti Yesus adalah Allah bukan seorang allah yang lebih rendah dari Allah.

(4) Amsal 8:22: “Tuhan telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya…”

Penjelasan: dalam konteks pasal 8 (dan seluruh kitab Amsal) jelas terlihat bahwa hikmat adalah bukan “ciptaan” namun ia telah ada/exist bersama Tuhan, karena Allah adalah Hikmat itu sendiri (Amsal 3:19-20).

(5) Kolose 1:15: “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan”

Penjelasan: sebutan “yang sulung (Yunani ‘prototokos’ atau ‘firstborn’)” kepada diri Yesus menunjuk kepada otoritasnya atas segala ciptaan ( contoh: anak sulung adalah anak yang berotoritas penuh atas milik keluarga/bapanya).

Ajaran tentang Kebangkitan Kristus
(1) Let God Be True, hal. 276: “Anak sulung dari orang mati (Kristus) dibangkitkan dari kubur, bukan sebagai makhluk ciptaan, tapi suatu roh”.
(2) Let God be True hal. 138): “Maka Raja Kristus Yesus dihukum mati dalam daging dan dibangkitkan dalam suatu roh ciptaan yang tak terlihat”.

Ajaran tentang Kedatangan Kristus Kembali (parousia)
(1) Let God be True , hal. 196: “Yesus Kristus kembali datang, bukan lagi sebagai seorang manusia, tapi
sebagai suatu pribadi roh yang mulia” (mereka menyatakan bahwa Kristus telah datang sekitar 1914-
1918).

Ajaran tentang Roh Kudus
(1) The Truth that Leads to Eternal Life, 1968, hal. 24: “Mengenai ‘Roh Kudus’, yang dianggap ‘pribadi ketiga dari Trinitas’, kami telah membuktikan bahwa ia (it) bukanlah suatu pribadi tetapi kekuatan Allah yang aktif (God’s active force)”.
(2) Aid to Bible Understanding, 1971, hal. 1543: “Kitab Suci sendiri dalam kesatuannya menyatakan bahwa roh kudus dari Allah bukanlah suatu pribadi tapi adalah kuasa Allah yang aktif yang olehnya ia menggenapkan maksudnya dan melaksanakan kehendaknya.”

Ajaran tentang Jiwa Manusia
Saksi Yehuwa membedakan istilah Alkitab mengenai ‘jiwa’ dan ‘roh.’ Menurut mereka ‘jiwa’ (Yunani “psuche”) adalah “sebuah kehidupan, nafas, makhluk yang tampak, termasuk manusia dan binatang.” Sedangkan ‘roh’ (Yunani, “pneuma”) adalah “sebuah kuasa kehidupan, atau sesuatu yang menyerupai angin.” Pemahaman ini jelas menunjukkan kelemahan mereka dalam exegese sistematik baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru dan tidak kompeten dalam tata bahasa asli Alkitab baik Ibrani maupun Yunani karena kata ‘jiwa’ dan ‘roh’ merupakan 2 kata yang memiliki arti yang sama (interchangeable).

Ajaran tentang Pemerintahan Manusia
Let God Be True, hal. 243: “…maka tidak ada (anggota) saksi Yehowa, yang percaya bahwa keselamatan hanya oleh-Nya, boleh bersalut kepada emblem kebangsaan apapun tanpa menyalahi perintah Yehuwa sebagai penyembahan berhala sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya.”

Ajaran tentang Keselamatan
Saksi Yehuwa percaya bahwa ada 3 kelas manusia yang akan diselamatkan oleh perbuatan baik. Namun keselamatan dari tiap kelas berbeda satu dengan lainnya.
(1) Kelas Pertama: kaum 144.000 yang menikmati berkat-berkat istimewa pembenaran oleh iman. Konsep pembenaran oleh iman kaum Saksi Yehowa berbeda dengan pembenaran oleh iman menurut Alkitab yang sekali untuk selamanya (Roma 3:28; Fil. 3:9). Bagi mereka pembenaran berlaku hanya jika taat. Jika tidak taat maka hak itu akan dicabut. Mereka ini telah mengalami kelahiran baru yaitu dibaptis dengan air dan diurapi oleh Allah sehingga dapat diciptakan ulang menjadi roh yang baru setelah kematian. 144.000 orang itu berhak untuk dilahirbarukan yakni diciptakan ulang sebagaimana Yesus diciptakan ulang oleh Allah setelah kematian-Nya menjadi malaikat Mikhael dan berhak memerintah sejajar dengan Yesus di surga.
(2) Kelas Kedua: kaum Saksi Yehuwa yang lain (yang disebut sebagai “ the other sheep”). Mereka ini adalah orang saksi Yehowa yang hidup tidak benar. Pada saat kematian, Allah akan menciptakan ulang mereka menjadi tubuh jasmani baru untuk hidup di dunia ini. Mereka ini akan diperintah oleh Yesus (Mikhael) dan kaum 144.000.
(3) Kelas Ketiga: kaum yang bukan Saksi Yehuwa yang hidupnya cukup baik sehingga diberi kesempatan setelah kematian. Mereka ini akan diciptakan ulang oleh Yehuwa untuk hidup dalam jaman millennium baru. Mereka akan terus hidup jika mereka dapat memelihara kehidupan mereka selama jaman millennium itu.

Penjelasan: Pemahaman ini menunjukkan kelemahan mereka dalam memahami bahasa simbolis kitab Wahyu mengenai angka 144.000 orang yang didapat dari 12.000 orang x 12 suku Israel (Wahyu 7). Penjelasan mengenai angka ini harus dilihat berdasarkan konteks megenai jumlah orang yang diselamatkan. Dalam konteks Yahudi angka 12 menunjuk kepada kegenapan. Maka pengertian yang tepat berdasarkan Wahyu 7 adalah bahwa jumlah orang yang diselamatkan (pilihan Allah) itu merupakan suatu jumlah yang sempurna yang hanya Tuhan yang tahu karena Dialah yang menetapkan jumlah orang2 pilihan, dimana kelak ketika seluruh jumlah orang2 pilihan ini telah genap maka dunia ini akan diakhiri (lihat Wahyu 7:9-17 bandingkan perkataan Yesus dalam Matius 24:22).

Sistem Pemerintahan ‘Keagamaan’ Saksi-Saksi Yehuwa
Susunan pemerintahan mereka terdiri dari: (1) Jemaat atau “Congregation” yang merupakan kumpulan2 yang bertemu bersama di tempat yang disebut Aula Kerajaan. Ibadah mereka bukan digereja. (2) Para pelayan yang mengatur kegiatan2 atau “Ministerial servant” yakni para petugas administrative yang membantu para penatua. (3) Aula Kerajaan atau “Kingdom Halls” yakni tempat jemaat berkumpul bersama. (4) Para Ketua Pertemuan atau “Presiding Overseers” yang memimpin pertemuan para penatua. (5) Para Penilik Pelayanan atau “Service Overseers” yang mengatur kegiatan2 diantara jemaat-jemaat. (6) Sang Penilik atau “Overseer” yang dipilih dari antara para Penatua sebagai Pemimpin Tertinggi. Dalam system mereka jabatan ini hanya boleh dijabat oleh seorang Pastor (pendeta). Pemimpin Tertinggi Saksi-saksi Yehuwa saat ini adalah Pastor (pendeta) M.H. Larson. Organisasi mereka luarbiasa rapi dan teratur. System yang bagus mendukung kemajuan pesat organisasi dan gerekan Saksi-Saksi Yehuwa di seluruh dunia!

Bagaimana Perkembangan Mereka di Indonesia?
Setelah puluhan tahun dilarang beraktifitas dengan bebas di wilayah Indonesia, gerakan Saksi Yehuwa akhirnya mendapat angin segar untuk leluasa bergerak mulai masa pemerintahan Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur). Kehadiran kantor-kantor operasional mereka sangat terasa khususnya di daerah-daerah yang termasuk daerah kantong kekristenan. Sampai pada hari ini mereka sedang berjuang melalui payung hukum untuk diakui sebagai salah satu aliran didalam kekristenan di Indonesia. Pusat mereka berada di Jakarta yang dikepalai oleh M.T.P. Hutasoit. Mereka memiliki basis pelatihan misi melalui Perkumpulan Siswa-Siswa Alkitab di Jakarta dengan dukungan penuh dari kantor pusat mereka di Brooklyn, NY!

Evaluasi dan Kesimpulan:
1. Saksi Yehowa lahir dari kelompok PA yang dipimpin oleh orang2 awam yang menekankan ayat-ayat Alkitab. Para “penginjil” mereka hafal luar kepala ayat-ayat Alkitab.
2. Para pemimpin mereka (misalnya: Rutherford), memiliki keahlian manajemen sehingga cara kerja mereka rapi dan efesien.
3. Teknik “penginjilan” mereka adalah literature, sehingga dapat menerobos segala lapisan.
4. Kekayaan mereka adalah kekuatan mereka untuk menggerakkan pengikutnya giat ber –‘PI’.
5. Orang2 Saksi Yehuwa adalah orang2 yang militan dalam menyebarkan ajaran dan pengaruh mereka melalui “door to door evangelization.”
6. Sasaran utama penginjilan mereka adalah orang2 kristen terutama mereka yang lemah iman dan pendirian keyakinannya rapuh dan yang pengetahuan Alkitabnya lemah dan dangkal!  Karena itu setiap anggota gereja dalam lingkup pengajaran yang benar harus mempelajari Alkitab dengan baik, benar dan ketat dan giat menyaksikan Yesus kepada orang lain, termasuk kepada orang-orang yang menyebut diri sebagai Saksi-Saksi Yehuwa ini.

Referensi Materi ini:
____________, Pencarian Manusia Akan Allah (judul asli: Man Seeking God). Brooklyn: WatchTower Bible
and Tract Society – International Bible Students Association, 1990.

Herlianto, Saksi Yehuwa dan Alkitab. Bandung: artikel Yayasan Bina Awam Oktober 2001 – www.YBA.com.

Jehovah’s Witnesses Official Website: www.watchtower.org

WatchTower Indonesia, Menara Pengawal – Memberitakan Kerajaan Allah. Jakarta: Perkumpulan Siswa-
Siswa Alkitab, edisi 15 April 2002.

WatchTower Indonesia, Sedarlah! (Awake!). Jakarta: Perkumpulan Siswa-Siswa Alkitab, edisi 22 Januari
2004.

Walter Martin, The Kingdom of The Cults. Minneapolis: Bethany House Publishers, 2003.

Yarman Halawa, The Cult Of Jehovah’s Witnesses (Assignment Article of Doctoral Ministry Program of
Covington Theological Seminary GA, USA – Asian Extensions, September 2006).

OUTLINE EKSPOSISI PRAKTIKA UNTUK JEMAAT AWAM “INJIL MATIUS” oleh Pdt. Yarman Halawa, D.Min

December 9, 2009

Eksposisi 1:1-17 (lihat introduksi Rabu 19 November 2009)

Eksposisi 1:18-25 (Rabu, 26 November 2009)

Ayat 18-19
Q: mengenai sebutan “tunangan” dan “isteri” antara Yusuf dan Maria. Mana yang benar?

Penjelasan:
Pernikahan menurut adat Yahudi terdiri dari 3 tahap:
1. Saling janji – biasanya dilakukan oleh orang tua ketika anak-anak mereka masih kecil.
2. Pertunangan – dilakukan dengan upacara / ritual resmi dengan disaksikan oleh keluarga kedua belah pihak. Pada tahap ini secara adat istiadat hubungan dari keduanya sudah disebut sebagai suami-isteri meskipun tidak hidup sebagaimana layaknya suami isteri.
3. Pernikahan. – setelah berhasil melewati masa pertunangan itu dan tidak ada kendala dalam hubungan keduanya; maka, pernikahan menjadi tahap resmi akhir untuk meneguhkan hubungan keduanya sebagai suami isteri yang sah secara hukum dan agama.

Kesimpulan:
Status Yusuf dan Maria ada pada tahap 2

Ayat 20-22 – larangan/perintah kepada Yusuf agar tidak menceraikan Maria dalam pengertian memutuskan ikatan pertunangan. Malaikat memberi beberapa alasan:
1. Anak yang dikandung adalah dari Roh Kudus.
2. Anak itu adalah Juruselamat umat pilihan.
3. Anak itu adalah penggenapan nubuatan dalam Yesaya 7:14 pada 700 tahun yang lalu (c. 695 BC).

Ayat 21 – 

Pengertian:
1.Yesus datang hanya untuk menyelamatkan umat pilihan saja yang telah ikut jatuh dalam dosa (lihat Yohanes 6:37, 44; Efesus 1:4-9, 11).
2. Misi Yesus adalah misi yang khusus maka dalam melaksanakan Misi/Pekabaran Injil fokusnya adalah ajaran Firman Allah yang menghakimi manusia agar melalui respon terhadap Firman Allah terlihat dengan jelas yang mana umat pilihan yang mana yang bukan (lihat Yohanes 12:47-48; Roma 8:30).
3. Orientasi Injil bersifat eksklusif- kualitas bukan inklusif-kuantitas (lihat Matius 22:14, Kisah Para Rasul 2:39, 1 Korintus 9:19).

Ayat 23 – nama Anak yang dikandung Maria:
1. Yesus (Greek:  ; Ibrani: jehoshua) artinya: “dari Tuhan datang keselamatan” atau “Tuhan adalah keselamatan”
2. disebut “Immanuel” artinya Allah menyertai kita (emmanuel – terjemahan hurufiah: Allah yang tidak kelihatan telah berkenan menjadi manusia ditengah kita).

Ayat 24-25 – sikap Yusuf:
1. Mengerti ajaran Firman Allah dengan baik dan benar.
2.Taat (mengambil Maria sebagai isterinya dengan menempuh tahap 3).
3. Melindungi Maria dari pencemaran nama baik termasuk dirinya.
4. Menghormati kekudusan kehamilan Maria dengan tidak melakukan hubungan suami dan isteri sampai Yesus lahir.
5. Menunjukkan teladan suami (kepala keluarga) yang bertanggungjawab.

Eksposisi Matius 2 (Rabu, 2 November 2009)

Ayat 1-2
1. tempat kelahiran Yesus
“Betlehem” (mehkelteb = rumah roti):
- terletak di Propinsi Yudea
- sebuah kota bangsa Kanaan, 7 km di sebelah Selatan Yerusalem (bekas daerah suku Zebulon – Yosua 18:15).
- disebut juga dengan nama Efrata karena didiami orang-orang keturunan daerah Efrat (1Taw 2:51; 4:4; Mikha 5:1; Rut 4:11).
- Tempat asal orang-orang tersohor seperti: Boas (Rut 2:1); Isai (Rut 4:22); Daud (1 Samuel 17:12).
- dinubuatkan oleh nabi Mikha (5:1-4) sebagai tempat kelahiran Yesus (c. 500 tahun sebelum Yesus lahir).

2. orang-orang Majus dari Timur

Q1: Siapa mereka?
  = ilmuwan/ahli perbintangan (astrolog).
- kaum intelektual / cerdik pandai
- orang2 terkemuka / bangsawan
- penasehat atau pembantu raja
- Timur adalah sebutan yang umum untuk negeri Persia/Babel/Babylonia kuno (sekarang
Iraq):
1. tempat orang Israel dari kerajaan Selatan (Yehuda) dibuang selama 70 tahun (lihat Yeremia 25:11; 29:10; Yeremia 39; Daniel 9:2).
2. tempat dimana Daniel dkk pernah menjadi menteri/pembantu dekat raja Nebudkadnezar (lihat Daniel 1-3).

Q2: bagaimana mereka mengetahui bahwa Mesias yang disebut sebagai raja orang Yahudi akan lahir di negeri Yudea (Yehuda)?

- Pembuangan orang2 Yehuda ke Babel (c.586 s.M) membawa dampak bagi kehidupan beragama di Babel.
- Setelah peristiwa dalam Daniel 3, agama Yahudi mendapat tempat terhormat diseluruh wilayah kerajaan Babel (lihat maklumat raja Nebudkadnezar di ayat 28-29).
- Kitab2 suci Yahudi dan tulisan2 berkaitan dengan nubuatan kedatangan Mesias menjadi dikenal khususnya dikalangan intelektual kerajaan Babel (termasuk para Majus).
- Mereka percaya Yesus adalah Mesias.

Q3: bagaimana para Majus mengenali Mesias telah lahir berdasarkan petunjuk bintang?

(Robert H. Mounce, Matthew. San Fransisco: Harper & Row, 1985) memberi penjelasan:
- Pada tahun 7 s.M planet Yupiter dan Saturnus terletak pada satu meridian (garis lurus).
- Planet Yupiter dianggap sebagai bintang jagad raya sedangkan planet Saturnus dianggap sebagai planet Filistin/Palestina.
- Pertemuan kedua planet ini dalam satu garis lurus hanya terjadi satu kali dalam 794 tahun.
- Pertemuan ini diyakini mempunyai arti oleh para Majus bahwa “pemimpin atau pemerintah akhir zaman akan muncul di Palestina sesuai dengan isi Kitab Suci Yahudi.”

Q4: mengapa “bintang” tidak langsung menuntun mereka ke Betlehem?

- Berita kelahiran Yesus harus diketahui dan didengar oleh segenap lapisan masyarakat (berita pertama adalah kepada para gembala di padang cf. Lukas 2).
- Dalam sejarah, kota Yerusalem dikenal sebagai kota para raja. Dengan ‘mampir’ nya para Majus di kota itu maka berita kelahiran Mesias, raja yang dijanjikan itu menjadi nyata bagi setiap orang.
- Tuhan menuntun para Majus ke Yerusalem untuk menunjukkan bahwa Raja yang sesungguhnya sudah hadir namun penduduk Yerusalem tidak menyadari kehadiran-Nya!

Q5: berapa jumlah mereka?
- 3 orang (berdasarkan jumlah jenis persembahan
mereka di ayat 11)
- Tradisi: Kaspar, Melkior dan Baltasar.

Camkan,Renungkan, dan ubahlah pola pikir saudara….
 Firman Tuhan tidak pernah sia-sia: apa yang ditabur 516 tahun lalu di Babel akhirnya berbuah.
 Hanya orang yang percaya Yesus yang dapat datang dan mengakui Dia sebagai raja hidup kekalnya.
 Kepandaian, intelektual, kehormatan, status, kelas sosial, kekayaan, dan hidup kita baru akan memiliki nilai, makna dan guna yang sejati ketika kita membaktikannya bagi Tuhan.
 Ajaran yang benar akan selalu bernilai kekal tetapi ajaran yang salah, sesat dan palsu hanya akan menuntun orang kepada kebutaan rohani.

Ayat 3-6 – respon terhadap berita
1. Berita yang dibawa oleh para Majus mengejutkan istana dan rakyat Yerusalem.
2. Herodes Agung, raja atas seluruh tanah Yudea/Palestina (37-4 s.M) memerintahkan penyelidikan.
3.Para Imam dan ahli Taurat membenarkan bahwa BENAR akan lahir pemimpin yang dijanjikan bagi Israel.
4.Detil mengenai kehadiran-Nya disebutkan:
- tempat lahirnya: Betlehem di tanah Yehuda.
- menggenapi nubuat PL dalam Mikha 5:1
- menggembalakan Israel

Ayat 7-8 – Tindakan Herodes Agung:
1. Memanggil para Majus dengan diam-diam ( = dengan maksud tersembunyi) untuk menyelidiki kemungkinan apakah ia bisa melihat bintang itu (mengetahui  bintang itu).
2. Sadar bahwa ia bukan Majus maka ia memberi perintah yang penuh muslihat dengan mengabaikan fakta bahwa Majus itu hanya taat kepada raja dimana mereka mengabdi (hanya bisa diperintah oleh raja negeri mereka).
3. Sikap Herodes Agung bertolakbelakang dengan karakternya yang terkenal licik, tidak pernah membiarkan lawan politiknya hidup, selalu ketakutan tersaingi oleh lawan politiknya, dan kekuatirannya yang besar akan kehilangan jabatan atau kekuasaannya.
4. Berdasarkan catatan sejarah, disamping prestasinya yang cemerlang dalam bidang politik dan pembangunan Yudea, Herodes Agung dikenal sebagai raja yang:
- memunahkan keturunan para Hasmon
(pahlawan2 Yahudi dari keturunan imam-imam kepala Yahudi)
- mengambil alih secara paksa jabatan Imam Agung.
- memerintahkan agar pada saat kematiannya orang2 berkedudukan di Yerusalem yang terpilih dalam daftarnya juga ikut dibunuh sebagai tumbal.
- memiliki 10 isteri resmi.

Kesimpulan: Herodes Agung menyimpan niat jahat kepada Yesus.
Ayat 9-10
1. Bintang yang kembali diperlihatkan Tuhan kepada para Majus dengan mendahului mereka, menunjukkan:
- Tuhan adalah inisiator keselamatan.
- Tuhan hanya menuntun orang-orang yang
terpilih saja untuk datang kepada Yesus.
2. Sebutan Anak ( = anak laki-laki) menunjukkan:
- Yesus sudah bukan bayi lagi.
- Yesus telah berusia 2 tahun
pada saat itu (cf. ayat 16).

Ayat 11 – Jenis dan Simbol Persembahan
1. Persembahan mereka:
- Emas
- Kemenyan
- Mur
2. Melambangkan:
1. persembahan kepada raja
2. pemberian untuk imam
3. pemberian untuk seseorang yang akan mati

Ayat 12 – Peringatan yang ditaati
1. Perintah TUHAN untuk tidak menepati janji kepada raja Herodes Agung (cf. 8-9b).
2. Otoritas Tinggi (raja & hukum kerajaan) harus tunduk kepada Otoritas Tertinggi (Allah & Firman-Nya).
3. Ketaatan terhadap Allah & Firman-Nya melebihi segalanya (resiko dan konsekwensi).
 Orang-orang Majus terkenal sebagai orang-orang yang memegang teguh janji dan hukum2 kerajaan. Namun dalam peristiwa ini kita melihat bukti kelahiran baru mereka, hanya kepada Firman Allah saja (Sola Scriptura) mereka tunduk sepenuhnya.
 Tindakan lebih menuruti kehendak Allah ini menunjukkan bahwa mereka siap dengan resiko dan konsekwensi yang mungkin akan mereka hadapi.

Renungkan, camkan dan ubahlah pola pikir kita….
• Seberapa dalam Anda telah mengalami makna peristiwa Natal?
• Apakah Anda termasuk orang yang sangat takut kehilangan relasi, jabatan, kekayaan, pekerjaan atau takut tersaingi oleh sesuatu yang Anda anggap sebagai ancaman bagi kedudukan Anda? Umat TUHAN yang sejati justru akan memperjuangkan yang terutama: nilai-nilai kekal dan dampak kekal yang akan dihasilkan.
• Persembahan yang berkenan kepada TUHAN harus didasari kepada motivasi kudus yang bertujuan menghormati dan merajakan TUHAN semata-mata.
• TUHAN bukan hanya menghendaki umat datang kepada-NYA tetapi juga menghendaki umat menaati DIA dan Firman-NYA.
• Resiko & Konsekwensi hidup terbesar adalah ketika kita tidak menaati Allah dan Firman-Nya.

Ayat 13-15 – Pelarian ke Mesir (Rabu, 9 November 2009)
- Memelihara rencana TUHAN tetap terlaksana sesuai kehendak-Nya dan jadwal yang IA telah tentukan sejak dari kekekalan.
- TUHAN menunjukkan kemurahan hati-Nya dengan “mengalah” kepada manusia berdosa yang menentang DIA.
- Makna teologis dalam peristiwa ini:
1. penggenapan nubuatan Hosea 11:1
2. Mesir mengingatkan mengenai peristiwa perbudakan bangsa Israel dan pembebasan mereka pada masa lalu.
3. pelarian ke Mesir dapat kita lihat sebagai tindakan Allah untuk mengingatkan mengenai kegagalan Israel sebagai bangsa pilihan Allah dalam sejarah keselamatan sehingga perlu kembali pembaharuan sejarah dimana umat pilihan yang sesungguh-Nya akan dipimpin keluar dari dosa dan dunia melalui kelahiran baru kepada Yesus Kristus.
4. Mengingatkan kita bahwa keselamatan dari Allah bukan hanya dijanjikan kepada Israel saja, tetapi juga kepada bangsa diluar Israel dimana umat pilihan Tuhan ada didalamnya.
5.Pelarian ke Mesir juga menunjukkan:
1. Tuhan tidak akan membiarkan kesempatan kehadiran-Nya diremehkan manusia.
2. Berkat rohani dan rahasia sorgawi tidak akan diobral kepada manusia / umat Allah yang tidak tahu merespon dengan baik anugerah Allah: (lihat Lukas 10:11, Kisah Para Rasul 15:31 juga Matius 10:41).

Ayat 16-18 – kebiadaban Herodes Agung
- Merasa ‘ditipu’ oleh para Majus
- pembunuhan anak-anak yang berusia 2 tahun ke bawah di Betlehem.
- Kata “semua anak” menunjukkan laki-laki dan perempuan (menunjukkan Herodes Agung benar-benar kalap sehingga tidak lagi ingat bahwa Yesus adalah seorang Putera!!).
- Peristiwa ini menggenapi nubuatan dalam Yeremia 31:15

Q: mengapa ada pergeseran lokasi dari nubuatan Yeremia kepada lokasi yang disebutkan Matius?

 Yeremia 31:15 menulis bahwa peristiwa ini akan terjadi di Rama (Er-Ram) 8 km sebelah Utara Yerusalem.
 Matius 2:18 menulis di Betlehem 16 km sebelah Selatan Yerusalem (tempat Rakhel dikuburkan – Kejadian 35:19)

Penjelasan:
Matius sesuai tujuan penulisan Injilnya hendak menegaskan mengenai janji di dalam Perjanjian Lama yang akan digenapi / sedang digenapi oleh Yesus bagi tujuan penyelamatan anak-anak Allah yakni umat pilihan yang sesungguhnya (baca secara utuh Yeremia 31:15-17!!).

Ayat 19a – akhir hidup Herodes Agung
1. Sejarah mencatat bahwa ia wafat pada 1 April 04 (saat Yesus telah berusia 4 tahun).
2. Penyebab kematian:
- kanker usus
- penyakit beri-beri yang dideritanya.
- kegilaan karena selalu dihantui oleh peristiwa-peristiwa pembunuhan yang
dilakukannya.

Ayat 19b-21 – Akhir dari Ancaman
1. perintah untuk kembali ke tanah Israel (Betlehem) menunjukkan bahwa ancaman pembunuhan terhadap Yesus sudah berakhir.
2. dari keterangan yang diberikan malaikat, ternyata upaya pembunuhan terhadap Yesus adalah suatu upaya komplotan sistematis (frase kata dalam ayat 20 ‘mereka yang hendak membunuh’ = kekuatan politik dan konspirasi yang terkoordinir dibawah komando Herodes Agung).
3. semua anggota komplotan ini sudah mati (perhatikan: Yesus dilarikan ke Mesir pada usia 2 tahun dan perintah untuk kembali ke Israel adalah pada tahun 4 M setelah kematian Herodes Agung. Tentunya mati ‘berbarengan’ dalam tahun yang sama bukan sesuatu yang biasa!).

Ayat 22a – Kekhawatiran akan munculnya ancaman baru:
1. Yusuf khawatir Archelaus akan melanjutkan rencana ayahnya alm. Herodes Agung untuk membunuh Yesus.
2. Siapa Archelaus?
- Ia seorang yang sangat kejam yang memerintah hanya 2 tahun saja (tahun 4 –tahun 6 Masehi).
- Sikap kejamnya yang luarbiasa mengakibatkan ia tidak disenangi oleh kaisar Agustus di Roma.

Ayat 22b-23 – Sobat dari Galilea
1. Karena Yusuf takut kembali ke Betlehem (wilayah provinsi Yudea) maka malaikat menasehati untuk pergi ke Nazaret (wilayah provinsi Galilea).
2. Dimanakah Nazaret?
- Sebuah desa kecil di Galilea.
- desa kecil dimana Maria menerima berita
bahwa ia akan melahirkan Yesus (cf. Lukas 1:26-38)
- menjadi terkenal setelah Yesus tinggal disana.

Makna Nazaret bagi kita:
Nazaret berarti “yang dijaga / dilindungi / dipelihara / dibentengi”
2. Gelar kehormatan untuk mengingat kehadiran Yesus justru tidak diasosiasikan dengan kota kelahiran-Nya di Betelehem sehingga IA bukan dikenal sebagai “Yesus dari Betlehem” melainkan “Yesus dari Nazaret” atau “Yesus orang Nazaret.“
3. Karena berasal dari Nazaret maka orang-orang Kristen pertama juga disebut sebagai “orang-orang Nasrani” (cf. Kisah Para Rasul 24:5).
4. Nazaret adalah sebuah desa kecil yang menjadi tempat untuk mempersiapkan Yesus tampil di depan umum (cf. Luk 2:39,51-52; 2:23; 2:11; Kisah Para Rasul 10:38).
5. Peristiwa dalam Lukas 4:16-30 juga mengingatkan kita bahwa penolakan tidak boleh membuat visi – misi kerajaan Allah terkungkung karena pola pikir yang sulit diarahkan kepada pola pikir kebenaran Kitab Suci. Tuhan akan selalu sediakan tempat yang tepat untuk realisasi visi – misi Kerajaan Allah di bumi!

Camkan, Renungkan, dan Ubahlah pola pikir saudara….
• Kita boleh kelihatan ‘kalah’ dalam perjuangan hidup ini namun tetaplah jadi pemenang dalam kehidupan lahir baru dihadapan Tuhan.
• Jangan pernah dibutakan dengan situasi dan kondisi lahiriah. Bersyukurlah dan banggalah dengan tempat dimana Tuhan menempatkan kita menjadi umat-Nya.
• Sadarilah bahwa sangat sulit mengubah pola pikir lama ke pola pikir baru karena itu kita harus berjuang membuktikan bahwa kita rela diubahkan oleh kebenaran Kitab Suci.
• Jagalah sikap kita terhadap kehadiran berita Firman Tuhan ditengah-tengah kita agar kita tidak kehilangan kesempatan untuk menerima, menikmati dan menyaksikan penggenapan janji-Nya bagi kita (keluarga, gereja, pekerjaan dan pelayanan).
• Dalam ketakutan2 dan kekhawatiran2 kita dalam menghadapi kehidupan dan masa depan, Tuhan akan senantiasa menuntun kepada jalan-jalan keluar yang tidak terduga.
• Perjalanan kehidupan Tuhan Yesus mengingatkan kita bahwa kita ini adalah musyafir di tengah dunia. Tujuan dan tempat kita yang sesungguhnya bukan dalam dunia ini!
• Segala sesuatu dimulai dari yang kecil, karena itu jangan takut, kuatir, minder karena hal-hal yang dianggap “kecil” dalam hidup kita.
• Dalam merayakan Natal jangan hanya terpaku pada peristiwa Betlehem tetapi juga peristiwa Nazaret karena anugerah dan berkat Allah seringkali juga dipersiapkan melalui peristiwa yang tidak menyenangkan!

Tugas baca untuk bahasan Minggu depan, Rabu 16 Desember 2009: Matius 3.

PERAYAAN, KEBAKTIAN NATAL, KEBAKTIAN MINGGU AKHIR TAHUN, KEBAKTIAN TUTUP 2009 + BUKA TAHUN 2010 & KEBAKTIAN MINGGU AWAL TAHUN 2010

December 2, 2009

PERAYAAN NATAL WANITA (Jumat, 11 Desember 2009, pukul 16.30 WIB)

PERAYAAN NATAL ANAK (Sabtu, 12 Desember 2009, pukul 16.00 WIB)

PERAYAAN NATAL PEMUDA – REMAJA (Sabtu, 12 Desember 2009, pukul 18.00 WIB)

PERAYAAN NATAL SEKTOR GABUNGAN (Kamis, 17 Desember 2009, pukul 19.00 WIB)

KEBAKTIAN NATAL UMUM (Minggu, 20 Desember 2009, pukul 16.30 WIB)

PERAYAAN NATAL UMUM (Jumat, 25 Desember 2009, pukul 16.30 WIB)

KEBAKTIAN MINGGU AKHIR TAHUN (Minggu, 27 Desember 2009, pukul 07.30 WIB)

KEBAKTIAN TUTUP + BUKA TAHUN (Kamis, 31 Desember 2009, pukul 21.00 WIB)

KEBAKTIAN MINGGU AWAL TAHUN (Minggu, 3 Januari 2010, pukul 07.30 WIB)

EKSPOSISI INTERAKTIF: KITAB PENGKHOTBAH by Rev. Yarman Halawa, D.Min

November 18, 2009

Persekutuan Sola Fide                                                                                                                                             Rabu 3 September 2008

PENDAHULUAN
Kitab Pengkhotbah adalah kitab yang boleh dikatakan sebagai kitab yang paling membigungkan di dalam Alkitab. Disebut membingungkan oleh karena begitu banyaknya ungkapan2 ekstrim bernada pesimis dan tidak ortodox (bertentangan dengan kehidupan beriman yang memiliki pengharapan). Misalnya: segala sesuatu adalah sia-sia -30x, menjaring angin -7x, dst.

Lalu mengapa kitab ini masuk ke dalam kanon Alkitab kita? Ada 4 alasan yang saya hendak kemukakan disini:
1) Secara historis kitab ini diyakini sebagai karya raja Salomo, karena pasal 1:1 penulisnya menyebut dirinya sebagai “Pengkhotbah (Ibr. Qoheleth), anak Daud, raja di Yerusalem.” Dengan demikian, kitab ini mengandung pengajaran sebagaimana kitab2 lain yang diyakini ditulis olehnya (seperti kitab Kidung Agung dan kitab Amsal).
2) Ungkapan2 pesimis dalam kitab Pengkhotbah mengenai kehidupan merupakan refleksi dari Salomo sendiri yang mencoba melihat kehidupan dengan sudut pandang terbaik yang ia miliki berdasarkan renungan2 dari pengalaman hidup pribadinya (pada saat itu), dimana ia pada akhirnya menemukan dan meratapi betapa kosongnya nilai kehidupannya yang mengesampingkan atau mengabaikan Allah.
3) Pesan yang ada di dalamnya sangat relevan dengan kehidupan kita sebagai umat Tuhan di zaman modern ini. Di tengah kemajuan peradaban, kecanggihan teknologi, kehidupan yang super sibuk – hidup semakin materialistis, egois, hedonis dan makin sekuler yang mengakibatkan makin merosotnya nilai2 moral, hancurnya nilai2 kristiani dalam keluarga, usaha, pekerjaan, ibadah, pelayanan dan segala aspek kehidupan manusia pada umunya (politik, social, budaya) – kitab ini memanggil kita sebagai anak Tuhan, agar tidak menjalani kehidupan di dalam kebodohan tetapi dengan bijaksana sesuai tuntunan terang firman Tuhan.
4) Kitab ini harus di lihat sebagai sebuah kitab peringatan agar generasi kristen masa kini dan yang akan datang tidak mengabaikan dan mengesampingkan Tuhan dalam kehidupan mereka.

Renungan 1
KESENANGAN HIDUP ITU TERNYATA HANYA SESAAT (1:1-2:26)

Dalam pengamatanya mengenai kehidupan, Pengkhotbah menyimpulkan bahwa hidup itu:
1. Membosankan – terus berusaha dan berjerih payah (Ayat 3)
2. Ringkih – penuh resiko dan tidak abadi (ayat 4)
3. Terperangkap di dalam lingkaran (ayat 5-7)
4. Tidak pernah puas (ayat 8)
5. Tidak pernah berubah (ayat 9-10)
6. Tidak berarti (ayat 11)

Mengapa demikian?
Pengkhotbah menemukan kesimpulan berdasarkan pemeriksaan dan penyelidikannya (perhatikan ayat 12-13a):

1. Hidup itu terkutuk (ayat 13)
2. Hidup itu ibarat menjaring angin (ayat 14)
3. Hidup itu tidak lurus (ayat 15)

PENCARIAN ARTI HIDUP YANG SIA-SIA (2:1-23)
1. Mencari melalui kesenangan (ayat 1-10)
- pesta (ayat 2)
- minuman (ayat 3)
- aktivitas2 yang ‘bermanfaat’ (ayat 4-6)
- kekuasaan (ayat 7-8a)
- seksualitas (ayat 8b-10)

2. Mencari melalui hikmat manusiawi (ayat 12-16)
- kikmat manusia = kebodohan (ayat 12-14)
- kematian menyamakan orang berhikmat dan orang bodoh (ayat 15-16)

3. Mencari melalui kerja keras (ayat 17-23)
- hasil jerih lelah tidak akan dibawa ke liang kubur (ayat 18, 21)
- menambah ketidaktentraman (ayat 23)

Kesimpulan:
Segala bentuk usaha manusia yang mengabaikan dan mengesampingkan Allah untuk mencapai kesenangan hidup adalah sia-sia. Kesia-siaannya terletak pada sifatnya yang temporal dan ketidakmungkinannya dalam memberi manusia harapan, rasa tentram, dan bahagia yang sejati.

Diskusikan:
1. Perhatikan ayat 24-25. Apakah ayat2 ini mengajak kita untuk menjadi umat Tuhan yang bergaya hidup hedonistis (senang2)? Kemukakan alasan Anda.
2. Bagaimana Anda memahami perkataan Tuhan Yesus dalam Markus 8:36-37 dalam kaitan dengan pencarian arti hidup yang sia-sia yang dikemukakan oleh Pengkhotbah disini?

 

Persekutuan Sola Fide Rabu, 10 September 2008

Renungan 2
KERJA KERAS & WAKTU TUHAN (3:1-4:6)

RENCANA ALLAH BAGI KEHIDUPAN (3:1-8, 11)
Pengkhotbah kembali merangkum pengamatannya mengenai kehidupan dalam bentuk puisi yang bertujuan:
1) mengingatkan kita bahwa kita beroleh hidup hari lepas hari dari tangan Allah (cf. 2:24-
26; 3:12-14);
2) menyadarkan kita bahwa Allah telah mengatur sedemikian rupa segala sesuatu terjadi
tepat menurut waktu yang Ia telah tetapkan dan tetap mengontrol pelaksanaannya;
3) kita memiliki kewajiban untuk melihat segala sesuatu dengan cara dan waktu yang
tepat dan bertindak dengan tindakan yang tepat pula (cf. Efesus 5:15-17);
4) ketika kita memandang dengan tepat dan melakukan sesuatu yang tepat menurut
waktu Tuhan, hasilnya adalah “keindahan” (ayat 11 cf. Roma 8:28).

Segala Jerih Lelah Tanpa Allah Akan Sia-Sia (3:9-15)
- Jerih lelah tidak ada gunanya apabila tidak disertai dengan kebergantungan kepada
Allah yang menyediakan pekerjaan (9, 11).
- Bagaimanaun susahnya, pekerjaan adalah cara Allah untuk memelihara hidup manusia
(10, 13 cf. Kejadian 3:17-19).
- Keahlian tanpa Tuhan adalah kesia-siaan (14-15).

Peringatan 1: Allah Akan Mengadili Segala Sesuatu (16-22)
- Tidak ada satupun keadilan yang sempurna di dalam dunia (16)
- Keadilan yang sempurna pasti akan terjadi pada waktu Tuhan (17 cf. 2 Korintus 5:10)
- Hidup dengan cara pandang yang benar mengenai arti dan nilai hidup akan
mendatangkan kesenangan pada akhirnya (18-22 cf. Wahyu 14:13)

Problem Dunia Kerja: Ketidakadilan dan Persaingan (4:1-5)
- Ketidakadilan: Yang kuat menindas yang lemah (1)
- Persaingan: menghalalkan segala cara (4)
- Peringatan 2: Allah akan mengadili ketidakbenaran! (5)

Kesimpulan
Segala hasil jerih lelah dari kerja keras akan sia-sia apabila mengesampingkan dan mengabaikan Allah (4:4b, 6).

Ayat 6 memberi 3 rahasia menikmati jerih lelah hidup dengan tenang:
1. Belajar puas dengan pekerjaan yang Tuhan karuniakan.
2. Fokus utama bukan pada berapa banyak dan seberapa besar tetapi ketika kita bisa mengucap syukur kepada Tuhan atas segala hasil jerih lelah kita dan menikmatinya dengan penuh sukacita.
3. Pastikan kita meraih dan mengumpulkan hasil jerih lelah dengan cara yang benar di dalam waktu yang Tuhan berikan.

SOLA SCRIPTURA (2 Petrus 1:20-21) by Pdt. Yarman Halawa

November 11, 2009

31 Oktober 1517 atau 492 tahun yang lalu Martin Luther memakukan 95 dalil di pintu gereja Wittenburg di Jerman menyuarakan pembaharuan di dalam gereja. 95 dalil itu memanggil gereja dan orang percaya dari penyesatan ajaran untuk kembali kepada pengajaran Alkitab yang benar, memimpin danmengarahkan kepada kehidupan rohani yang sehat. Gerakan reformasi gereja ini mengembalikan gereja Tuhan kepada hal2 pokok pengajaran Alkitab yang terpenting: 1. Sola Gracia – keselamatan itu anugerah, bukan diperoleh melalui usaha manusia, manusia tidak bisa diselamatkan dengan membeli surat penghapusan dosa (aflat/indulgencia) yang dijual gereja pada waktu itu, 2. Sola Fide – hanya karena iman manusia dapat datang dan di terima oleh Allah, 3. Sola Scripture – hanya Alkitab satu2nya otoritas pengajaran yang benar didalam gereja, 4. Sola Christos – hanya Kristuslah satu2nya Tuhan dan Juruselamat, kepala Gereja yang Agung, 5. Soli Deo Gloria- hanya bagi Allah saja segala kemuliaan.

Pengajaran sesat apapun bentuknya: mulai dari yang terang2an bertentangan dengan isi dan ajaran Alkitab sampai kepada yang sedemikian halusnya sehingga tidak terlihat ada penyesatan didalamnya telah mewarnai kehidupan gereja sejak zaman para rasul masih hidup di abad 1 sampai pada hari ini. FT sendiri telah menegaskan bahwa penyesatan ini akan terus ada dan akan semakin bertambah hebat menjelang kesudahan segala sesuatu seperti yang rasul Paulus katakan dalam 2 Timotius 3.

Dengan semangat yang sama, dalam teks yang tadi kita baca, rasul Petrus mengingatkan orang2 percaya mengenai bahaya penyesatan yang dilakukan oleh guru-guru palsu (pseudoprophetai) yang menyusup dan memasukkan pengajaran2 sesat (pseudodidaskaloi) kedalam gereja. Penyesatan itu berkaitan dengan penafsiran yang salah mengenai propheteia (nubuatan-nubuatan Kitab Suci), a.l.

1. Yesus itu bukan Mesias sebagaimana yang dinubuatkan dalam PL 2. penyalahgunaan nubuat2 untuk kepentingan diri sendiri (cf. 2:3 dan 2:15 – Bileam bin Beor dalam Bilangan 22 menerima “order“ raja Balak bin Zipor raja Moab untuk mengucapkan nubuatan kutuk atas Israel). 3. nubuatan mengenai parousia (pasal 3) – ditengah penderitaan karena aniaya harapan akan kedatangan Kristus menjadi sesuatu yang sangat dinantikan bagi kebebasan secara fisik.

Didalam kekristenan pada hari ini, pelayanan nubuatan atau prophetic ministry yang sukses diterjemahkan kedalam istilah2 seperti: lawatan ilahi, penyembuhan, mujizat, impartasi firman…dst, berakar kuat dalam semangat Neo-Pentacostalism atau Kharismatik. Ini menghasilkan 2 akibat buruk: 1.Murahnya jabatan rohani dengan klaim diri nabi / rasul – jabatan ini sebenarnya sudah tidak ada lagi namun fungsi kedua jabatan ini seperti: menyampaikan FT dengan benar dan bertanggungjawab tetap ada secara khusus melalui diri orang2 yang dipanggil untuk menjadi pemberita Firman Allah. Itu sebabnya harus belajar tidak asal bisa ngomong. 2 Petrus 1:21 memberi penegasan, “sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah (artinya: bukan sembarang orang atau siapa saja tetapi mereka yang yang dipanggil khusus untuk itu dan diperlengkapi untuk itu. KJV menerjemahkan teks asli sebagai “holy men of God”).” Berbeda dengan kekacauan yang terjadi pada hari ini: siapa saja merasa diri digerakkan Roh Kudus maka bisa khotbah, tumpang tangan, mengangkat diri jadi rasul jadi nabi…dst. Bahkan berani menafsirkan Alkitab sesuka hati tanpa tahu prinsip-prinsip hermeneutika yang layak. Buku Pewahyuan Surga dan Neraka adalah salah satu contohnya. Buku ini mengisahkan 7 orang pemuda Kolombia, gadis kecil 8 tahun, dst yang dianggap menerima wahyu baru dari Tuhan yang ternyata bila diperhatikan dengan seksama menunjukkan pemahaman yang begitu kacau dan rusak terhadap isi sesungguhnya dari kitab Wahyu. Terlebih adanya klaim yang menggunakan nama Tuhan bahwa Tuhan mengutus mereka ke bumi, kepada gereja. Dan mereka harus dituruti. 2.Tuhan dan Firman melayani needs manusia (psychological gospel) – Penyesatan menempatkan Alkitab dan nama Yesus tidak lebih dari sekedar pengesahan untuk melayani kebutuhan manusia semata. Tidak berlebihan bila sebelumnya didalam Matius 7:18-23 Tuhan Yesus sendiri telah memberi peringatan dini terhadap hal ini.

Gerakan reformasi menegaskan ulang mengenai Alkitab sebagai otoritas tertinggi didalam gereja dan bukannya menjadi alat komersial yang tunduk kepada kehendak, keinginan atau kepentingan manusia. Luther dari 95 dalil pada dalil 62: ”Harta pusaka terutama didalam gereja adalah Injil/Alkitab/Firman Allah.” Jadi berdasarkan ini kita tahu dengan jelas bahwa didalam gereja yang terutama dan yang terpenting serta bukan aset tetapi ajaran kebenaran Kitab Suci. Bukan hirarkhi otoritas manusia yang terkontaminasi dosa tetapi otoritas Kitab Suci. Ini yang telah diputarbalikkan oleh Paus di Roma pada zaman itu yang karena ingin membangun basilika St. Petrus tetapi kekurangan dana telah menista ajaran Alkitab. Gereja menjual Aflat/Indulgencia. Di Jerman, Kardinal Tetzel berani mempromosikan penjualan Aflat/Indulgensia (surat penghapusan siksa/dosa) demikian: ”Ketika mata uang berdering didalam peti (peti pengumpulan uang) maka jiwa seketika akan keluar dari purgatori.” Gereja harus didrive oleh Firman Tuhan. Bukan oleh manusia dengan pola pikir yang terkontaminasi dosa atau hal2 yang dasarnya bersifat materi. Seberapa jauhkah prinsip2 ajaran kebenaran FT berotoritas atas kehidupan kita dan kehidupan gereja kita?

Bagaimana supaya Sola Scriptura tetap nyata dalam kehidupan kita dan gereja kita?

Pertama, Miliki kehidupan percaya yang jelas. Iman kristen bertumpu pada pengakuan bahwa Yesus adalah Mesias, satu2nya Tuhan Juruselamat hidup kekal kita sebagamana yang diajarkan Alkitab. Sebab itu perjalanan kehidupan kita akan terus-menerus membuktikan apakah kita termasuk umat pilihan atau tidak. Bila benar Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat yang satu2nya maka jangan pernah lagi memiliki ‘beckingan’ lain. Jangan pernah lagi ada dalam kamus percaya kita hal2 seperti paranormal, dukun, gunung kawi, ramalan, kelentengan, dsb. Semua ini berhala yang kelihatan menarik dan menjanjikan tetapi harus dibuang jauh-jauh. Karena itu, pastikan diri Sdr ketika nanti akan mati, sdr tahu kemana Sdr akan pergi.

Kedua, perjuangkan kehidupan yang selalu tetap didalam firman-Nya.  Tuhan Yesus berkata dalam Yohanes 8:31-32, ”Jikalau kamu tetap tinggal didalam firman-Ku kamu akan menjadi murid-Ku, dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Kehidupan yang sepadan dengan firman kebenaran yang dimengerti secara murni, utuh dan benar dan menerangi kehidupan percaya kita akan memampukan kita menjadi ’tahu kebenaran.’ Untuk tahu kebenaran tidak ada jalan lain, harus belajar firman/Alkitab dengan baik, utuh dan menyeluruh. Bukan hanya sebagian atau menyukai bagian2 yang menyenangkan diri kita. Orang yang gampang dibingungkan dengan berbagai pengajaran adalah orang yang tidak terdidik Alkitab dengan baik dan utuh yang telinganya hanya terlatih untuk hal-hal yang menyenangkan atau sesuai selera dan keinginan saja (perhatikan peringatan rasul Paulus dalam 2 Timotius 4:3-4! Ini berarti bahwa penyesatan dapat dicegah jika kita senantiasa mendisiplin diri untuk belajar firman dengan baik dan benar.

Kita harus benar-benar sadar dan waspada bahwa kita hidup ditengah dunia yang serba abu-abu. Dimana kebenaran dan kepalsuan itu sangat tipis perbedaannya. Untuk mampu membedakan maka kita perlu menerapkan prinsip 3D (dilihat, dipegang dan diterawang) dengan kacamata firman kebenaran. Bila kita mengenali firman yang asli, kecil kemungkinan kita akan tertipu dengan firman yang palsu. Didalam 1 Yohanes 4:1 Kita diperintahkan supaya ‘menguji roh-roh’ yang artinya ‘tidak gampang percaya sesuatu baik kepada pribadi maupun ajaran yang dibawa oleh seseorang yang mengaku nabi atau guru Alkitab.’ Mengapa banyak anak Tuhan bisa disesatkan? Tidak punya pegangan firman yang jelas. Tahunya yang penting ada nama Yesusnya. Tahunya yang penting sesuai dengan selera, keinginan, perasaan dan kebutuhan saya. Tuhan Yesus memberi warning di Matius 7:15-16a, “Waspadalah terhadap nabi2 palsu yang menyamar seperti domba…dari buahnya kamu akan mengenal mereka…” Waspada dapat diartikan atau dimaknai sebagai sikap untuk berhati-hati, tidak cepat2 kagum, mengidolakan, dst. Tetapi sebaliknya kritis: Tidak menjadi Yes – men, Amin!! (jangan pokok’e khotbahnya lucu, HT fasih lidah kalau bicara sekalipun memang mantan pelawak atau  mantan salesman).  Apa yang dikritisi? 1. Apakah FT yang mereka sampaikan sesuai ajaran Kitab Suci dan prinsip-prinsip pengajaran Kitab Suci yang benar? Setiap kita harus membiasakan diri dengan apa yang disebut sebagai cross check firman Tuhan. Misalnya perkataan Tuhan Yesus mengenai kedatangan-Nya yang kedua kali didalam Matius 24:36 bahwa kedatangan-Nya tidak ada seorangpun yang tahu kecuali Bapa di sorga. Semoga kita masih ingat peristiwa Senin, 10 November 2003 yang lalu. Di Bandung ada seorang pendeta mengklaim diri sebagai rasul Paulus II dan menyatakan bahwa Yesus Kristus akan datang pada hari itu antara pukul 09.00-15.00 WIB yang sebenarnya kesesatan belaka. Semoga respon yang memalukan kekristenan pada akhirnya itu tidak terulang lagi! 2. Apakah nilainya kekal atau sementara? Waspadalah bila pemberitaan firman Tuhan baik di mimbar gereja atau di pasar sekalipun isinya duit melulu, kesuksesan melulu, berkat yang sifatnya jasmani melulu, mujizat melulu, lawatan Allah melulu, kesembuhan melulu, pemulihan melulu, bahasa roh melulu…dst, namun justru tidak membuat umat Tuhan makin mengenal ajaran Alkitab secara benar dan utuh. Mari kita ingat kembali peringatan Yesus di Matius 7:22-23!

Ketiga, bangun kehidupan rohani kita didalam garis pemahaman teologia yang jelas. Gerakan Reformasi itu kembali ke akar, kepada historis-filosofis doktrinal Kitab Suci yang membangun pondasi kehidupan percaya. Gerakan Reformasi tidak mendirikan ajaran baru, tapi justru mengembalikan gereja dan orang percaya kepada pengajaran Alkitab yang seharusnya. Bila pondasi kehidupan percaya kita sebenarnya lemah, soak dan tidak beres; maka, kelak kita tidak akan sanggup berdiri kuat ditengah badai dan gelombang kehidupan yang menerpa. Ini sama prinsipnya dengan mendirikan sebuah rumah. Tanpa fondasi yang kuat dan baik maka bangunan diatasnya jelas tidak akan kuat dan kokoh. Demikian juga bangunan diatasnya harus mengikuti fondasi yang tertanam dibawahnya. Jika tidak maka jelas bangunan diatasnya bakal amburadul kekuatan dan daya tahannya. Di tengah konsep berpikir Post-Modernism pada hari ini dimana menjadi sebuah persetujuan umum yang memuaskan human sense manusia bahwa tidak ada kebenaran yang absolut, maka arti dari kebenaran yang sesungguhnya tidak lagi dari apa yang diajarkan oleh Alkitab tetapi berdasarkan pemahaman apapun yang dianggap nyocok, dan seusai dengan kemauan sendiri. Akhirnya kemana-mana. Gado-gado. Abu-abu. Menjadi tidak jelas. Kehidupan orang percaya, termasuk gereja menjadi kehilangan arah. Tidak lagi memiliki pegangan pengajaran yang menjadi jati diri. Apapun diikuti. Karena itu, kita harus membangun gereja kita berdasarkan pondasi pemahaman teologia yang jelas, warna teologia yang jelas yang mengokohkan bangunan pengajaran, pembinaan, penggembalaan gereja. Jemaat harus mau memberi waktu terbaik untuk belajar firman dalam garis teologia yang jelas. Setiap kita khususnya para pemimpin gereja harus memegang 1 pegangan doktrinal yang jelas. Rohaniwan harus bertobat dari sifat bunglon didalam berteologia. Tidak boleh gado-gado. Kelak yang paling Tuhan tuntut dari kita bukan jumlah yang kita ‘hasilkan’ tapi kesetiaan kita terhadap firman kebenaran yang menjadi beban utama panggilan pelayanan kita ditengah umat Tuhan. Jangan beri kesempatan bagi si Jahat untuk terus menaburkan ilalang didalam ladang gandum Tuhan.

Sesungguhnya, doktrin yang jelas akan menuntun kita memiliki cara pandang yang jelas dalam menjalani kehidupan dan menghadapi atau mengatasi tantangan2 dan persoalan2 kehidupan. Ada ungkapan: mencegah lebih baik dari pada mengobati. Cegahlah dengan cara berjalan didalam terang kebenaran firman. Jalani hidup seturut firman: pribadi, rumah tangga, usaha pekerjaan pelayanan. Tetapi doktrin yang abu2 akan membuat kita menjadi bingung dan membuat perjalanan percaya kita menjadi tidak jelas arah, serba meraba-raba dan akhirnya menganggap bahwa yang palsu itu asli. Kristus tadi berkata, ”Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku.” kata ”tetap dalam firman-Ku” menunjukkan bahwa cara hidup kita sehari-hari merupakan cerminan dari seberapa taat kita melaksanakan kebenaran FT. Ini yang akan memberkati kehidupan percaya kita: kebenaran firman! Ketika kebenaran firman sungguh nyata dalam kehidupan kita maka kita akan menikmati kekuatan, kuasa ilahi, sukacita, kesegaran, menyembuhkan jiwa kita yang sakit. Dalam Matius 7:24 Yesus menegaskan bahwa ”Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku (ajaran firman-Nya) ini dan melakukannya ia sama dengan orang yang bijaksana yang mendirikan rumahnya diatas dasar batu.” Ini berarti ajaran firman kebenaran itu akan mengokohkan iman percaya kita dan membuat kita tangguh dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan, pergumulan hidup sehari-hari dari yang paling ringan sampai yang paling berat sekalipun. Firman kebenaran memampukan kita untuk sanggup menghadapi kenyataan hidup, tidak menjadi minder karena kondisi2 kehidupan yang kita alami, bahkan memberi kita penghiburan bahwa selalu ada masa depan yang penuh kepastian dalam pengharapan.

Pada akhirnya, peristiwa Reformasi gereja adalah moment yang akan terus mengingatkan orang percaya untuk kembali kepada pengajaran Alkitab yang benar. Maka mari, melalui peringatan tahun ini, kita membangun kembali semangat untuk terus belajar Firman, mengalaminya dan memperjuangkannya sebagai kebenaran yang absolut di tengah kerasnya tantangan jaman. Amin!

(mimbar gereja GKA Gracia Gatotan 1 November 2009)

GEREJA REFORMASI DIDALAM RUMAHKU (Lukas 10:38-42; Yohanes 12:1-11 ) by Pdt. Yarman Halawa

November 11, 2009

31 Oktober 1517 atau 492 tahun yang lalu Martin Luther memakukan 95 dalil di pintu gereja Wittenburg di Jerman menyuarakan pembaharuan di dalam gereja. 95 dalil itu memanggil gereja dan orang percaya untuk kembali kepada pengajaran Alkitab yang benar serta memimpin dan mengarahkan umat kepada kehidupan rohani yang sehat. Gerakan reformasi gereja ini mengembalikan gereja Tuhan kepada hal2 pokok pengajaran Alkitab yang terpenting: 1. Sola Gracia – keselamatan itu anugerah, bukan diperoleh melalui usaha manusia, manusia tidak bisa diselamatkan dengan membeli surat penghapusan dosa (aflat/indulgencia) yang dijual gereja pada waktu itu, 2. Sola Scripture – hanya Alkitab satu2nya otoritas pengajaran yang benar didalam gereja, 3. Sola Fide – hanya karena iman manusia dapat datang dan di terima oleh Allah, 4. Sola Christos – hanya Kristuslah satu-satunya Tuhan dan Juruselamat, kepala Gereja yang Agung, 5. Soli Deo Gloria- hanya bagi Allah saja segala kemuliaan.

Semangat dari peristiwa ini harus terus kita lestarikan supaya kita selalu ingat bahwa gereja GKA GRACIA Citra Raya adalah gereja yang dibangun dalam semangat reformasi gereja 492 tahun yang lalu. Gereja yang akan terus berjuang untuk mengarahkan dan memimpin umat Tuhan sesuai dengan ajaran Kitab Suci yang benar sehingga mampu memuliakan Allah dengan benar.

Didalam gereja yang telah mengalami pembaharuan pasti terdapat 3 unsur penting: kesaksian ibadah, pelayanan, persembahan. Kesaksian Ibadah – karena didalamnya terdapat pribadi2 dan keluarga2 yang lahirbaru/dilahirbarukan bagi Kristus dan pribadi2/keluarga2 ini pasti giat beribadah kepada Tuhan. Pelayanan – karena anggota2nya pasti terlibat dalam pelayanan besar atau kecil. Persembahan – karena anggota2nya pasti berjuang untuk berkurban dan mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan: waktu, tenaga, pikiran, kemampuan dan harta.

Kita patut bersyukur gereja kita yang akan berusia 11 tahun telah dan sedang terus dibangun dalam semangat reformasi gereja/pembaharuan gereja. Q: Sudah seberapa jauhkah kita telah merealisasikan ke 3 unsur penting ini?

Tema ”Gereja Reformasi Di Dalam Rumahku” adalah untuk mengingatkan kita bahwa ada korelasi antara gereja Tuhan dengan keluarga umat Tuhan yang benar2 telah mengalami pembaharuan. Keluarga2 yang benar2 telah mengalami pembaharuan akan mampu menjadi berkat bagi pekerjaan Tuhan melalui gereja. Pembacaan teks tadi, menunjukan bagaimana keluarga Lazarus, Marta dan Maria dari Betania yang telah mengalami pembaharuan hidup didalam Kristus Yesus mampu menjadi berkat bagi pekerjaan Tuhan yang mendorong kemajuan gereja sampai pada hari ini.

Apa yang kita bisa lihat didalam kehidupan mereka? 1. Lazarus memiliki kesaksian hidup yang luarbiasa – ia dibangkitkan Tuhan dari kematian yang disebabkan karena penyakit yang dideritanya, ia mengalami kuasa Tuhan, kesaksian hidupnya menyebabkan banyak orang percaya Yesus namun sekaligus juga menyebabkan orang2 yang tidak percaya, yang menentang Injil menjadi benci dan hendak membunuh dia. Gereja memerlukan orang2 seperti Lazarus yang menjadi saksi bagi Yesus. Mungkin tidak persis seperti Lazarus yang bangkit dari kematian dan mengalami kuasa yang membangkitkanya dari liang kubur. Namun didalam kenyataan2 hidup sehari2: didalam penderitaan, persoalan dan pergumulan, didalam jalan2 kehidupan yang kita tempuh, dalam setiap keputusan2 kehidupan yang kita ambil, didalam segala sesuatu, orang lain akan dapat menyaksikan bahwa Yesus yang kita percaya itu sungguh ada dalam hidup kita. 2. Marta memiliki karunia melayani – ia dibaharui pola pikirnya terhadap pelayanan yang benar. Bahwa didalam segala situasi ia harus belajar melayani dengan sukacita, tidak melihat manusia, tidak menggerutu, mengeluh dan bersungut-sungut. Gereja memerlukan banyak Marta yang melayani. 3. Maria dengan persembahan yang total – didalam Yohanes 12:1-8 ia mengurapi kaki Yesus dengan persembahan terbaik yang ia miliki yang bila kita renungkan respon dari Tuhan Yesus terhadap tindakannya ini menunjukkan bahwa ia memberi persembahan yang tepat waktu, persembahan yang bernilai kekal karena akan selalu diingat. Gereja memerlukan orang2 percaya seperti Maria yang sungguh2 mengerti arti pengurbanan bagi kemajuan pekerjaan Tuhan di bumi.

Sekarang pertanyaan untuk kita renungkan bersama: mengapa keluarga ini mampu menyatakan kesaksian hidup, pelayanan dan persembahan yang total kepada Tuhan?

Jawabannya jelas, karena didalam rumah mereka benar2 nyata:
1. Sola Christos – keluarga ini adalah keluarga yang telah mengalami pembaharuan dari keyakinan lama mereka dari kepercayaan Yudaisme kepada keyakinan bahwa Yesus sebagai Mesias Tuhan dan Juruselamat hidup pribadi dan keluarga mereka. Yesus menjadi satu-satunya Tuhan dalam rumah mereka dan meyakininya tanpa ragu dan tanpa takut ditengah komunitas masyarakat Yahudi yang menolak meneirma Yesus sebagai Mesias, satu-satunya jalan bagi keselamatan hidup kekal mereka.
2. Sola Scriptura (dalam keluarga mereka FT sungguh2 dijunjung tinggi. Dalam Lukas 10:38-42 dicatat mengenai kunjungan Yesus kedalam rumah mereka dan kita menyaksikan bagaimana Maria –tentunya juga diikuti oleh Marta dan Lazarus – dikatakan telah memilih yang “TERBAIK” yakni mendengar, belajar FT yang diajarkan oleh Kristus. Kata2 Yesus dalam ayat 42, menunjukkan bahwa Maria telah memilih yang terbaik karena ia mau belajar kebenaran dari pengajaran Yesus yang membawa kepada kehidupan yang kekal (manusia bukan hidup hanya dari roti saja tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah). Perhatikan bahwa Tuhan Yesus menegaskan baik langsung maupun tidak disini bahwa belajar mendengarkan ajaran yang benar dan mau hidup berdasarkan ajaran kebenaran adalah yang ’terbaik’ dari segala sesuatu. Perhatikan cf. dalil/tesis 62: Injil/Alkitab adalah harta pusaka yang terutama didalam gereja/rumah orang percaya. Mereka rela tunduk kepada otoritas Firman yang benar dan dengan rendah hati mempersilakan mengajar, mendidik, membimbing, menegur, membangun, menghancurkan konsep pola pikir mereka yang lama menjadi pola pikir yang baru didalam Kristus.
3. Sola Fide – iman yang menyelamatkan memampukan Lazarus dibangkitkan dari kematian. Kalau bukan oleh anugerah iman, Lazarus tidak akan dapat menyambut panggilan Tuhan untuk ia keluar dari dalam kuburnya setelah 4 hari ia ada di dalamnya. Bukankah setiap kita berbagian didalam keselamatan oleh karena iman yang dikaruniakan oleh Allah didalam Kristus sehingga kita dimampukan merespon anugerah-Nya yang menyelamatkan kita dari kebinasaan kematian kekal didalam api neraka yang menyala-nyala? Baik Maria, Martha maupun Lazarus telah belajar hidup dalam iman: mempercayai Yesus di dalam segala keadaan.
4. Sola Gracia – karena pemahaman yang benar terhadap anugerah Tuhan bagi keselamatan hidup kekal mereka; maka, keluarga ini mampu memberikan pelayanan terbaik dan berkenan kepada Tuhan melalui pengurbanan-persembahan mereka. Mereka tidak menghitung-hitung apa yang mereka lakukan bagi Yesus. Dalam Yohanes 12 ketika Yesus mengunjungi rumah mereka ke 3 kalinya sebelum Ia disalibkan, dikatakan bahwa Marta tetap pribadi yang sibuk melayani namun tidak lagi dicatat ada keluhan, percekcokan, protes, gerutuan seperti yang dicatat pada kunjungan Yesus yang pertama didalam Lukas 10:38-42. Semua Ia lakukan dengan senang hati dan penuh sukacita. Sementara Maria, adiknya meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu seharga 300 dinar (gaji 1 orang dalam 1 tahun pada masa itu) menunjukkan bahwa ke2nya berusaha semampu mereka untuk melakukan yang TERBAIK bagi Yesus. Mereka saling melengkapi, bahu membahu bagi pekerjaan Kerajaan Allah. Why bisa melakukan semua ini? Karena mereka tahu jelas apapun yang mereka lakukan bagi Yesus dan pekerjaan Tuhan di bumi ini tidak akan pernah sebanding nilainya dengan apa yang telah Yesus lakukan bagi mereka.

Semua ini membawa mereka kepada apa yang disebut dengan Soli Deo Gloria – segala kemuliaan bagi Allah. Karena FT yang benar ada dalam kehidupan mereka, karena pemahaman terhadap arti iman yang benar membangun hidup percaya mereka, karena Kristus benar2 menjadi satu-satunya Tuhan dan Juruselamat dalam hidup mereka, karena sungguh2 mengerti dan menghayati konsep mengenai anugerah Allah dalam hidup mereka; maka hasilnya adalah: mereka dimampukan memuliakan Tuhan melalui kesaksian hidup, pelayanan dan persembahan mereka. Bagaimana dengan kita?

Reformasi gereja 492 tahun yang lalu adalah juga bertujuan untuk membawa diri kita, gereja dan keluarga kita untuk kembali kepada semangat seperti yang ditunjukkan oleh keluarga Maria, Marta dan Lazarus. Hidup mereka mengingatkan kita kepada tujuan hidup yang sesungguhnya. Mari kita mengingat sekali lagi The Westminster Shorter Chatechism Q1: “Apakah tujuan utama hidup manusia?” A: “Tujuan hidup utama manusia adalah memuliakan Allah dan menikmati Allah selamanya.”

Maka, melalui semangat Reformasi gereja:
1. Mari terus memperjuangkan kehidupan dengan pola pikir yang dibentuk oleh Firman kebenaran. Alkitab/ ajaran kebenaran adalah harta pusaka gereja yang terutama. Sia2 hidup kita, keluarga kita, keluarga kita, perjuangan kita, ibadah kita, pelayanan kita, talenta kita, bakat kita, persembahan kita bila tidak diterangi oleh ajaran kebenaran Firman yang sesungguhnya.
2. Mari semakin memaknai dan menghayati apa artinya berkurban bagi pekerjaan Tuhan. Kita harus memiliki rasa malu sebagai umat tebusan kalau sampai hari ini kita masih belum menjadi kristen yang berkurban dalam mengikut dan melayani Tuhan. Mari terus mengalami pembaharuan. Berubah dari mental “apa yang aku dapatkan dari Tuhan menjadi apa yang aku bisa lakukan bagi Tuhan yang telah menyelamatkan aku dan rela menyerahkan diri bagi penebusanku dari hukuman dosa dan ancaman neraka yang kekal” dari “apa yang aku dapatkan dari gerejaku menjadi apa yang bisa aku lakukan lebih lagi bagi gerejaku sehingga melaluinya pekerjaan Tuhan semakin bertambah-tambah maju.” Mari bertanya selalu menanyakan diri kita, keluarga kita: Apakah yang dapat aku atau keluargaku lakukan LEBIH LAGI bagi Tuhan dan pekerjaan-Nya di bumi?
3. Mari berjuang memiliki kualitas kesaksian hidup percaya yang berkenan dihati Tuhan didalam kehidupan ibadah, pelayanan dan persembahan-pengurbanan yang kita lakukan. Dunia yang berdosa ini harus diperlihatkan perbedaan yang bersumber dari pembaharuan hidup yang telah kita alami, sehingga pada akhirnya orang2 yang benar2 domba dan benar2 gandum Allah dituntun oleh Firman percaya Yesus dan menjadi bagian dari keluarga kerajaan Allah didalam gereja ini.

Selamat menghayati arti dan makna Reformasi Gereja. Kiranya Tuhan Yesus, Kepala Gereja Yang Agung memberkati kita semua! Amin.

(Mimbar Reformasi – GKA GRACIA Citra Raya, 26 Oktober 2009)

BERTUMBUH DAN BERTAMBAH (KPR 1:12-14; 2:1-12; 2:37-42, 46-47; Kolose 2:6-7) oleh Pdt. Yarman Halawa

November 7, 2009

Juan Carlos Ortiz adalah seorang Pendeta yang sangat terkenal di Argentina (termasuk di seantero Amerika). Ia melayani di sebuah gereja di ibukota Negara itu, Buenos Aires. Mula2 anggotanya 184 orang. Kemudian dalam beberapa tahun bertambah menjadi 600 anggota. 3x lipat! Ia juga rajin belajar, mengikuti seminar, mengambil studi dan mempraktekkan seluruh pengetahuan itu di gerejanya. Ia juga di undang kemana-mana dan memberi ceramah. Apakah itu membuat Ortiz senang, bahagia. Ya! Tetapi ia memberi sebuah kesaksian yang ia tuliskan dalam bukunya bahwa “Ia sangat senang dan menikmati setiap kali ia memeras pikiran dalam merancang dan mempersiapkan program2 utama gereja, FT, ceramah, melayani konseling, memberi katekisasi, dan membuat tulisan2 rohani; tetapi ia selalu gelisah dan merasa tidak puas setiap kali ia sampai di rumah dan beristirahat. Ia merasa bahwa ada sesuatu yang salah. Perasaan ini sangat mengganggu dia selama beberapa waktu lamanya. Sampai akhirnya ia tidak tahan untuk mencari tahu ada apa sebenarnya, koq dia dihinggapi perasaan seperti itu. Ia mengambil waktu cuti selama 2 minggu ke tempat yang jauh dan sepi untuk berdoa dan merenung. Beberapa hari kemudian ketika ia sedang menulis tiba2 suatu kuasa dari RK berkata-kata dalam batinnya, ‘Ortiz, kalau beberapa waktu ini engkau selalu gelisah, penyebabnya adalah karena yang engkau layani itu bukan gereja tetapi bisnis. Engkau mempromosikan Injil seperti orang mempromosikan Coca-Cola. Engkau memakai semua kiat yang engkau pelajari, tetapi dimana Aku, dimana tangan-Ku di dalam semua yang engkau kerjakan itu?’ Ortiz terkejut dan berhenti menulis. Lalu kata2 dari pikiran dan batinnya itu kembali muncul, ‘Engkau menyangka bahwa gerejamu itu bertumbuh. Dari 184 orang menjadi 600 orang. Tetapi sebenarnya gerejamu itu tidak bertumbuh, hanya bertambah. Anggotanya betambah, itu benar, tetapi kualitas mereka tetap saja sama seperti sebelumnya. Dulu gerejamu memiliki 184 bayi rohani, sekarang bertambah menjadi 600 bayi rohani.’ Ortiz benar2 shock!! Selama ini ia merasa bangga telah menggembalakan jemaat yang besar, dan jemaatnya bangga karena mereka menjadi bagian dari gereja yang paling maju di antara gereja lainnya di kota Buenos Aires, Argentina. O….Ternyata di mata Tuhan lain sama sekali!

Apa yang di alami oleh Pdt. Ortiz dan jemaatnya bisa terjadi di mana-mana. Bisa terjadi pada saya dan pada saudara, pada kita semua. Gereja tidak bertumbuh tetapi cuma bertambah. Ini merupakan kondisi yang harus kita waspadai bersama. Kita patut selalu ingat peringatan yang disampaikan oleh Penulis surat Ibrani dalam 5:12-13, “Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas2 pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.” Mestinya makan nasi tetapi masih makan bubur. Ini mengingatkan kita bahwa seseorang (termasuk saya dan saudara) bisa saja bertambah tua, bertambah besar, bertambah tinggi, tetapi sikap, cara berpikir, pola hidup, tingkah lakunya tetap seperti kanak-kanak. Gereja juga bisa seperti itu. Bisa tambah besar, tambah kaya, tambah megah, tambah banyak anggotanya, tetapi tidak bertumbuh alias tidak bertambah dewasa. Orang kristen bisa kelihatan bertambah besar, bertambah banyak dan bertambah tua, tetapi tidak bertumbuh alias tidak bertambah dewasa rohaninya alias tetap menjadi bayi rohani.

Pentakosta (peristiwa turunnya Roh Kudus) tidak hanya sekedar berbicara mengenai pertambahan jumlah orang percaya yang instant. Ia berbicara mengenai pertumbuhan kehidupan rohani orang percaya mula-mula yang kemudian menghasilkan pertambahan jumlah orang percaya mulai dari Yerusalem, Yudea, Samaria, sampai ke ujung bumi (termasuk kita pada hari ini). Mari kita selidiki melalui 3 pembacaan Alkitab tadi bagimana hal ini bisa terjadi. Apa rahasia pertumbuhan dan pertambahan dalam peristiwa Pentakosta?

Pertama, Pertobatan yang Sungguh-Sungguh kepada Yesus.
Dalam KPR 2:14 – siapa mereka? Orang-orang yang juga termasuk mereka yang pasti pernah melihat Yesus dan melihat para rasul sebelumnya, mendengar Injil dan pengajaran Yesus dan murid2-Nya, menyaksikan mujizat-Nya dan bahkan ikut Yesus dan menyaksikan kematian-Nya di atas salib Golgota, juga telah mendengar kabar kebangkitan dan kenaikan-Nya ke sorga. Tetapi sampai pada hari Pentakosta itu mereka ini tetap masih belum percaya dan menerima Yesus dengan sungguh2. Hati mereka masih belum terbuka dengan sungguh2. Bahkan mungkin mereka termasuk di antara orang2 yang menganggap para rasul yang memberitakan Injil Tuhan itu sebagai orang2 yang mabuk bahkan mungkin gila karena dalam Pasal 2 iu dikatakan bahwa para rasul dapat berbicara dalam bahasa2 dari berbagai bangsa yang ada di bawah kolong langit ini. Tetapi puji Tuhan! Setelah FT yang begitu keras disampaikan dalam ayat 14-36; maka dikatakan dalam ayat 37-41 bahwa dengan hati yang terharu mereka bertobat, percaya dan memberi diri untuk dibaptiskan bagi Yesus.

Apakah kita termasuk seperti orang2 ini? Apakah kita termasuk orang2 yang telah mendengar Firman berpuluh2 kali, pergi ke gereja/persekutuan, bahkan telah turut terlibat dalam kegiatan pelayanan, namun sebenarnya masih belum bertobat dan percaya Yesus dengan sungguh2?! Ada begitu banyak orang yang sebenarnya sudah masuk kategori ‘kristen’ tetapi tidak bisa bertumbuh, tidak bisa berbuah bagi Tuhan karena ternyata masih hanya sebatas dengar Firman, masih hanya sebatas ikut2an tetapi sebenarnya belum bertobat dan percaya Yesus dengan sungguh2. Apa buktinya? Suam rohani. Jadi orang kristen ala kadarnya. Hidup rohaninya hidup-mati, hidup mati mirip voltase listrik naik turun, dan tidak menghasilkan apa2 bagi kemajuan pekerjaan Tuhan di bumi. Maka, bila masih ada di antara kita pada hari ini yang termasuk seperti ini, maka demi kasih Kristus Yesus bagi Sdr, sekaranglah saatnya untuk bertobat, terimalah Dia sebagai Juruselamatmu, percayalah Dia dengan sungguh2 dan jadilah orang kristen yang sejati!!!

Kedua, Ketekunan dan Kesehatian di Dalam Doa
Pentakosta diawali dengan sebuah penantian: 50 hari setelah Paskah dan 10 hari setelah Kenaikan. Dalam KPR 1:12-14 kita menemukan para rasul dan orang2 percaya (termasuk Maria ibu Yesus) selama 10 hari sejak Kenaikan Kristus ke sorga menanti2 turunnya Roh Kudus. Apa yang mereka lakukan selama 10 hari menanti itu? Tidur? (a.14 ‘bertekun dan bersehati di dalam doa bersama2’). Dalam 1:15 disebutkan bahwa jumlah mereka saat itu 120 orang. Apakah artinya ini bagi kita? Artinya: bahwa pertumbuhan rohani itu selalu diawali dengan lutut semua orang percaya dihadapan Tuhan yang rindu ingin menyaksikan kuasa Tuhan dinyatakan. Penginjil Inggris terkenal bernama Gipsy Smith ketika selesai memimpin sebuah acara KKR ditanya oleh majelis gereja setempat mengenai apa rahasianya supaya terjadi kebangunan rohani didalam gereja mereka.  Gipsy Smith menjawab, “Pulanglah kerumah, ambillah sebuah kapur tulis lalu masuklah kedalam kamar dan buatlah lingkaran dilantai setelah itu masuklah ketengah lingkaran itu dan mulailah berdoa hingga benar-benar terjadi kebangunan rohani yang Anda rindukan.”

Banyak orang kristen/gereja tidak bertumbuh rohaninya dengan baik karena menegarkan tengkuk (bersikap acuh tak acuh), tidak mau berlutut, berdoa, tunduk dihadapan Tuhan. Atau mungkin mau berlutut berdoa tetapi tujuannya semata2 untuk diri sendiri, untuk kepentingan diri sendiri bukan untuk kepentingan kemauan pekerjaan Tuhan di bumi. Kita perhatikan, ketika orang2 percaya mau bertekun dan bersehati di dalam doa maka kehidupan rohani mereka mengalami pertumbuhan yang luarbiasa. Dan tidak hanya itu dalam pasal 2 dikatakan bahwa setelah 10 hari mereka bertekun dan bersehati dalam doa; maka, kuasa Roh Kudus dicurahkan dan terjadilah kebangunan rohani yang besar: Injil diberitakan dalam bahasa2 yang ada di dalam dunia (bukan bahasa Roh) dan 3000 orang menjadi percaya Yesus dan dibaptiskan. Ini luar biasa! Saya percaya ini bukan sesuatu yang mustahil terjadi dalam kehidupan Sdr dan gereja kita di tempat ini. Apabila kita siap dan mau menginvestasikan waktu terbaik bagi pekerjaan Tuhan melalui ketekunan dan kesehatian di dalam doa, maka kita pasti akan melihat hidup kita, gereja kita akan bertumbuh dan bertambah. Maukah kita? Siapkah kita?

Ketiga, Memelihara Semangat Kebersamaan Ibadah & Persekutuan
Pentakosta diawali oleh 120 orang yang memelihara dan menjaga kebersamaan mereka selama 10 hari sebelum Roh Kudus dicurahkan (1:14, 15; 2:1). Dan setelah jumlah mereka menjadi lebih 3000 orang mereka tetap menjaga dan memelihara Semangat Kebersamaan ini. Kebersamaan seperti apa? Dikatakan kembali dalam KPR 2: 42, 46-47a bahwa mereka “bertekun dalam pengajaran, persekutuan, berdoa, belajar saling melayani, dan memuji Allah.” Hal2 ini mendatangkan berkat Tuhan atas pertambahan jumlah mereka. Dikatakan dalam 47b, “…Dan tiap2 hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” Ini berarti bahwa bila kita memang sungguh2 rindu mengharapkan pertumbuhan dan pertambahan terjadi dalam hidup kita, dalam gereja kita; maka peliharalah semangat kebersamaan dalam ketekunan pengajaran, persekutuan, doa, melayani dan memuji Allah. Dengan demikian orang luar akan melihat kita sebagai orang2 yang bertumbuh rohani dengan baik dan sehat, dan sekaligus menjadi kesaksian yang nyata yang mungkin pada kahirnya membawa mereka untuk bersama2 dengan kita di tempat ini.

Bagaimana supaya hal ini benar2 nyata dalam kehidupan pribadi dan gereja kita pada hari ini? Mari kita perhatikan Alkitab kita. Dalam 2:1 dikatakan bahwa orang2 percaya berada/berkumpul ‘di satu tempat.’ Jadi tidak sendiri2, tidak kumpul di tempat yang berbeda-beda, tidak kumpul sendiri2 sesuka hati, tidak kemana-mana, tapi kumpul di 1 tempat. Pertanyaannya: Why harus di 1 tempat? Jawabnya: Karena 1 itu mewakili 3 macam symbol: (1) kesatuan dan kesehatian, (2) kesungguhan untuk mencapai visi-misi yang sama, dan (3) kesetiaan terhadap pengajaran yang benar.

Sudahkah kita benar2 telah berada/berkumpul di 1 tempat yang sama pada saat ini? Bila kita benar2 ingin merasakan pertumbuhan dan pertambahan mari pelihara kebersamaan ibadah dan persekutuan didalam gereja Tuhan.

Terakhir, Sedia Membayar Harga menjadi Saksi Tuhan
Setelah Pentakosta, orang2 kristen mengalami pertumbuhan rohani dan pertambahan jumlah yang luarbiasa. Tetapi segera sesudah itu juga mulai ada tantangan, ancaman dan hambatan cf. KPR 4-8. Tetapi puji Tuhan, kita melihat bahwa orang2 kristen yang percaya, berakar, di bangun, dan bertumbuh di dalam Kristus sebagaimana Kolose 2:6-7 katakan tetap tangguh menghadapi tantangan, ancaman dan hambatan ini. Mereka tidak bertekuk lutut dan menyerah. Mereka justru sedia membayar harga baik waktu, tenaga, materi, dan bahkan nyawa mereka menjadi saksi Tuhan yang hidup. Bahkan kita melihat di dalam seluruh Kisah Para Rasul makin orang kristen dihambat semakin bertumbuh, makin di babat justru semakin merambat ke mana-mana, makin dihalangi malah semakin bertambah di mana2.

Iblis tidak suka orang2 kristen bertumbuh rohani dan tidak suka melihat gereja Tuhan makin dipenuhi dengan jumlah orang2 percaya. Ia akan berusaha sekuat tenaga memakai segala cara baik dari dalam maupun dari luar orang percaya dan gereja Tuhan tidak bertumbuh dan bertambah. Ia akan berusaha mencobai kita dengan keraguan, kekhawatiran, memecah belah orang2 percaya, menggunakan orang2 tertentu yang tidak bertumbuh rohaninya untuk mengacaukan pekerjaan Tuhan, menggunakan pergumulan2 hidup kita dan dosa-dosa yang masih kita pelihara untuk membuat kita undur, tidak setia dan meninggalkan kehidupan doa, ibadah, persekutuan dan pelayanan. Bila ini akan, sedang atau mulai engkau dan aku rasakan, maka waspadalah! Mari tidak menyerah! Undur! Lemah! Taku! mudah dikacaukan! Ini justru bisa menjadi pertanda yang baik. Orang kristen dan gereja yang bertumbuh rohani dengan kuat pasti akan menghadapi tantangan yang hebat. Semakin bertumbuh rohani akan semakin hebat cobaannya. Semakin engkau dan aku dipakai Tuhan menjadi saksi akan semakin besar juga hambatannya. Ibarat pohon makin tinggi maka angin yang menerpa juga akan semakin besar. Kita tidak boleh bertekuk lutut dan menyerah. Ingat! Setiap orang percaya sejati telah diberi kuasa oleh Kristus untuk menjadi saksi cf. KPR 1:8! Ini berarti bahwa orang percaya yang sedia membayar harga akan senantiasa disertai, dikuatkan dan dihiburkan oleh Roh Kudus dalam menyaksikan akan Yesus kepada dunia.

Bersediakah kita membayar harga menjadi saksi Kristus?

ANTARA MUJIZAT DAN SIHIR oleh Pdt. Yarman Halawa, D.Min

November 2, 2009

Fakta Historis-Teologis
Alkitab menegaskan bahwa penyebab dari seluruh penyesatan adalah Iblis. Ia membutakan mata jasmani dan rohani manusia yang lemah sehingga mempercayai kuasa2 ajaib yang dilakukannya melalui para kaki tangannya seolah-olah semua itu berasal dari Allah. Ia adalah Peniru Ulung segala sesuatu (2 Korintus 11:14) yang memanipulasi iman kristen melalui penyesatan lewat pengajaran Alkitab, manifestasi kuasa Allah, mujizat dan tanda-tanda supranatural yang ajaib dan dahsyat dengan tujuan menyesatkan manusia khususnya orang2 percaya. Sejarah telah memberi banyak pelajaran penting bahwa gereja dan orang-orang percaya yang tidak memahami pengajaran yang benar dan tepat mengenai hal2 mujizat dan tanda ajaib, akan lebih mudah dipedayakan dan ditarik secara pemuasan logika dan panca indera terhadap hal2 yang bersifat supranatural, melalui demonstrasi2 yang ‘terbungkus’ oleh charisma rohani, kefasihan lidah, dan mujarabnya pelayanan2 rohani. Tepatlah ucapan Merril C. Tenney, seorang hamba Tuhan yang mengatakan demikian,

“Kekacauan antara iman dan takhayul tidak jarang terjadi diantara orang2 yang pada dasarnya saleh, namun tidak berkesempatan belajar atau membaca Kitab Suci.” (1)

Adalah benar bila dalam 2 Petrus 1:3-12 rasul Petrus mendorong umat Tuhan supaya tidak hanya berhenti pada langkah iman saja, melainkan juga berusaha dengan sungguh2 “menambahkan kepada iman kebajikan,kepada kebajikan pengetahuan, kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, kepada ketekunan kesalehan…..” (ayat 5-6). Tujuannya adalah supaya menjadi “giat dan berhasil dalam pengealanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita” (ayat 8). Ketidakmampuan melakukan hal2 ini akan menyebabkan “buta dan picik” (ayat 9) yang akan mengakibatan tidak akan bisa bertahan terhadap berbagai rupa2 pengajaran, manifestasi kuasa2 supranatural yang menggunakan nama kekristenan (baca seluruh 2 Petrus 1-3).

Sejarah telah membuktikan bahwa Mujizat Palsu (Sihir) Berusaha Mempedayakan Gereja/Orang Percaya:

(1) Praktek sihir di Samaria
Dalam Kisah Para Rasul 8:9-24 dicatat mengenai Simon (dalam tulisan2 post-apostolik disebut Simon Magus), ahli sihir dari Samaria (2) yang kemudian bertobat melalui pelayanan Rasul Filipus. Ia begitu takjub dengan tanda2 dan mujizat2 yang menyertai pelayanan rasul Filipus. Ketika rasul Petrus dan rasul Yohanes mengunjungi kota itu, ia kembali dibuat takjub dengan kuasa2 ajaib yang terjadi melalui penumpangan tangan mereka. Dan dia sangat ingin memiliki kuasa itu dan berusaha membelinya dari mereka. Niat hatinya yang jahat ini (yang semata-mata untuk kepentingan dirinya sendiri) diketahui oleh rasul Petrus yang kemudian menegur dia dengan amat keras. Atas hal itu, ia memohon kepada mereka supaya ia didoakan agar hukuman Tuhan tidak terjadi atas dirinya. Kisah ini berhenti sampai disini. Tetapi sejarah gereja telah mencatat bahwa Simon Magus ini kemudian menjadi seorang guru penting aliran “gnosis” (), suatu aliran sesat dalam kekristenan yang mengajarkan bahwa keselamatan juga dapat diperoleh melalui “pengetahuan khusus” dan bahkan bisa menjadi penyelamat bagi yang lain asalkan tahu bagaimana caranya (cara yang umum adalah askese).(3)  Melalui dia paham gnostik menyebar dari Samaria hingga ke berbagai belahan wilayah lainnya. Jadi pertobatannya tidak membawanya menjadi saksi Injil yang benar seperti yang dilakukan oleh para rasul sesuai perintah Yesus dalam Kisah Para Rasul 1:8!!

Perlu diperhatikan: Orang2 Samaria sebelumnya telah mendengar dan percaya Injil melalui Kristus sendiri ketika Ia dan para rasul mengunjungi kota itu (Yohanes 4:39-42). Tetapi catatan dalam Kisah Para Rasul 8:9-11 menunjukkan betapa mereka mudah berbalik karena fenomena mujizat dan tanda2 ajaib dari Simon! Bukankah ini fenomena yang juga sedang melanda kehidupan sebagian besar umat Tuhan pada zaman ini?

(2) Praktek sihir di Siprus
Dalam Kisah Para Rasul 13:6-11 dicatat mengenai Bar-Yesus (Ibrani: Bar-Jehoshua atau Anak Yesus; Yunani: Elimas), seorang Yahudi di daerah Pafos di pulau Siprus yang adalah seorang ahli sihir dan nabi palsu. Ia adalah contoh dari salah seorang pemuka agama Yahudi yang menggunakan kedok agama, Taurat dan nubuatan para nabi dalam PL dibalik praktek2 sihir yang ia lakukan. Ia berusaha menghalangi Gubernur Siprus yang bernama Sergius Paulus yang ingin mendengar Injil dari Barnabas dan Saulus. Dikatakan bahwa ia “berusaha membelokkan gubernur itu dari imannya” (ayat 8b). Matthew Henry memberikan data yang cukup baik mengenai orang ini,

“This Elymas was a pretender to the gift of the prophecy, a sorcerer, a false prophet—one that would be taken for a divine, because he was skilled in the arts of divination; he was a conjurer, and took on him to tell people their fortune, and to discover things lost, and probably was in league with the devil for this purpose; his name was Bar Jesus—the Son of Joshua which signify the Son of Salvation; but Syriac calls him, Bar-Shoma—the Son of Pride; filius inflationis—the Son of Inflation.” (4)

(3) Praktek sihir abad 3 M
Sejak awal kekristenan, mantra2 sihir telah dipergunakan dalam praktek2 pengusiran setan, penglihatan2, nubuatan. Penemuan kutipan mantra dari papyrus sihir Paris yang sangat terkenal pada abad 3 Masehi membuktikan bahwa praktek2 pengusiran setan, nubuat2, penglihatan2 dan penguatan2 keyakinan merupakan gabungan yang unik dari istilah2 dalam agama2 kafir, Yahudi dan Kristen. Berikut adalah salah satu contoh mantra sihir untuk melakukan mujizat pengusiran setan pada abad 3,

“Doa ini harus dibacakan di atas kepala (orang yang kerasukan). Letakkan ranting zaitun dihadapannya dan berdirilah dibelakangnya sambil berkata, ‘Hiduplah roh Abraham; hiduplah roh Ishak; hiduplah roh Yakub. Yesus Kristus yang kudus, Roh Kudus… (dan seterusnya yang merupakan rentetan kata2 yag tidak ada artinya)…usirlah Iblis dari orang ini, hingga roh Iblis yang jahat menyingkir dari hadapanmu. Kumohon kepadamu, O Iblis, siapapun engkau adanya, demi Allah Sabarbarbatioth Sabarbarbatiuth Sabarbarbatoneth Sabarbarbaphai. Keluarlah, O Iblis, siapapun engkau adanya dan lepaskanlah dirimu dari si…(sebutkan nama orang yang hendak disembuhkan) segera, segera, sekarang juga! Keluarlah, O, Iblis, karena aku akan merantaimu dengan rantai yang kukuh yang tak terpatahkan, dan akan kuserahkan kau kedalam kesesakan yang kelam dalam kebinasaan abadi.” (5)

Praktek di atas menunjukkan adanya pengaruh yang kuat dari agama Kristen yang disalahtafsirkan dan juga disalahgunakan untuk kepentingan praktek2 ilmu hitam maupun ilmu putih (6) yang dapat mengakibatkan kejadian2 dahsyat yang orang sangka itu mujizat. Tidak dapat dipungkiri bahwa praktek seacam ini masih dapat ditemui dalam pelayanan2 mujizat kesembuhan ilahi!

(4) Praktek ‘mantra sihir’ dalam Word Faith
Word Faith adalah ajaran yang menjadikan kata2 firman Tuhan sebagai rapalan atau mantra. Praktek ini secara terselubung membawa manusia untuk meyakini bahwa keselamatannya bergantung kepada kata2nya dan menyangkali bahwa keselamatan hidupnya bergantung sepenuhnya kepada anugerah Tuhan. Ini adalah sebutan lain dari apa yang disebut “Positive Confession” yang dipopulerkan mula2 oleh Kenneth Hagin. Hagin berkata,

“Kamu akan memperoleh apa yang kamu ucapkan. Kamu dapat menulis tiketmu sendiri dengan Tuhan.
Langkah pertama adalah “Katakan”.(7)

Lebih lanjut ia mengatakan,
“Bila kamu berkata mengenai pencobaan, kesulitan2, kurangnya iman dan kekurangan uang – imanmu akan berantakan dan kering. Tetapi berkat Tuhan apabila kamu berkata tentang firman Tuhan…imanmu akan tumbuh berkelimpahan.” (8)

Ia menegaskan bahwa untuk sembuh, sehat, sukses, harus membuang kata-kata atau pikiran2 yang negative,
“Saya tidak pernah mengatakan mengenai kesakitan, saya berkata tentang kesehatan…Saya berkata mengenai kesembuhan. Saya tidak pernah berkata mengenai kegagalan. Saya percaya akan keberhasilan. Saya tidak percaya akan kekalahan. Saya percaya akan kemenangan, haleluya untuk Yesus.” (9)

Fakta berbicara bahwa banyak Pendeta/Penginjil atau orang2 awam yang mengklaim diri (diklaim oleh orang lain/pengikutnya) memiliki kemampuan supranatural – terang-terangan atau tidak – menjadikan diri mereka pahlawan penyembuh apabila terjadi kesembuhan, tetapi menyalahkan si penderita bila tidak terjadi kesembuhan dengan mengatakan bahwa si penderita kurang iman!

(5) Praktek Sihir dalam KKR Pemulihan Ilahi
Tidak dapat dipungkiri bahwa pelayanan2 kesembuhan ilahi dicampuradukkan dengan pemahaman atau keyakinan kafir. Ada hamba Tuhan yang dengan terang2an membelokkan makna Perjamuan Kudus sebagai sarana terjadinya berbagai mujizat atau menjadikan praktek pengurapan dengan minyak dan penumpangan tangan sebagai daya tarik. Tidak hanya itu, pengagungan terhadap karunia penyembuhan yang dimiliki oleh seorang hamba Tuhan (entah itu benar2 karunia atau tidak) menjadi alasan utama orang berduyun-duyun datang. Patut diperhatikan bahwa sebenarnya praktek2 seperti ini sejajar dengan praktek2 yang dilakukan oleh para yogi yang menguasai apa yang disebut dengan energi Prana yaitu energi universal yang menghasilkan semua bentuk energi lain (listrik, panas, nuklir) (10)  yang dimanfaatkan bagi penyembuhan berbagai penyakit oleh ahli2 terapi metafisika (paranormal),

“Bila dikendalikan oleh seorang yogi yang terlatih, prana dapat diarahkan keseluruh tubuh manusia. Para yogi juga mempunyai teknik untuk menyimpan prana dalam tubuh mereka seperti menyimpan listrik dalam baterai. Dengan memanfaatkan energi ini, para yogi seakan-akan dapat melakukan mujizat. Pemanfaatan energi ini memungkinkan para yogi menyembuhkan diri mereka atau orang lain. Karena sifatnya universal, prana dapat diperoleh dengan berbagai cara seperti dari makanan, air, meditasi dan lain-lain.” (11)

Alkitab (12) selalu berbicara agar umat Tuhan waspada (13) terhadap berbagai fenomena mujizat, nubuat, penglihatan, tanda2 ajaib dan daya tarik pengajaran2 yang menyesatkan:

Yeremia 14:14,
Jawab TUHAN kepadaku: “Para nabi itu bernubuat palsu demi nama-Ku! Aku tidak mengutus mereka, tidak memerintahkan mereka dan tidak berfirman kepada mereka. Mereka menubuatkan kepadamu penglihatan bohong, ramalan kosong dan tipu rekaan hatinya sendiri.

Yeremia 23:25,
Aku telah mendengar apa yang dikatakan oleh para nabi, yang bernubuat palsu demi nama-Ku dengan mengatakan: Aku telah bermimpi, aku telah bermimpi!

Yeremia 23:26,
Sampai bilamana hal itu ada dalam hati para nabi yang bernubuat palsu dan yang menubuatkan tipu rekaan hatinya sendiri,

Yeremia 27:14, 15,
Janganlah dengarkan perkataan nabi-nabi yang berkata kepadamu: Janganlah kamu mau takluk kepada raja Babel! Sebab mereka bernubuat palsu kepadamu. Sebab Aku tidak mengutus mereka, demikianlah firman TUHAN, tetapi mereka bernubuat palsu demi nama-Ku, sehingga kamu Kuceraiberaikan dan menjadi binasa bersama-sama dengan nabi-nabi yang bernubuat kepadamu itu.”

Matius 7:15,
“Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

Matis 7:21-23,
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Matius 24:11, 24,
Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.

Markus 13:22,
Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan.

2 Petrus 2:1,
Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

2 Korintus 11:12-15,
Tetapi apa yang kulakukan, akan tetap kulakukan untuk mencegah mereka yang mencari kesempatan guna menyatakan, bahwa mereka sama dengan kami dalam hal yang dapat dimegahkan. Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang. Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.

2 Tesalonika 2:2-15 (munculnya para tokoh/pemimpin sesat di dalam gereja),
• yang menyesatkan melalui nubuatan2, penglihatan, mimpi (ayat 2, “supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba”).
• yang melakukan tanda2 dahsyat (ayat 9, “Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa2 perbuatan ajaib, tanda2 dan mujizat2 palsu, dengan rupa2 tipu daya jahat…).

Wahyu 13 (daya tarik Iblis untuk menyesatkan manusia),
• Mujizat kesembuhan (ayat 13)
• Kemampuan berbicara (ayat 11-12)
• Tanda2 ajaib (ayat 13-14a)
• Fanatisme kepada pemimpin rohani (ayat 14b-15).
• Kebanggaan dan arogansi komunitas (ayat 16-17)

Wahyu 20:10 (hukuman yang mengerikan bagi para nabi palsu dan yang mengikuti mereka),
“dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.”

Kesimpulan
Manusia akan selalu berusaha memenuhi kepuasan logika dan panca indera terhadap hal2 yang sifatnya supranatural. Semakin hebatnya tantangan hidup dan masalah2 kehidupan, akan membuat manusia berusaha untuk mendapatkan solusi dari kekuatan2 yang berasal dari luar dirinya yang bersifat supranatural. Hendaknya setiap kita orang percaya waspada terhadap godaan ini, karena hal2 ini dapat menjadi pintu masuk bagi si jahat untuk menipu logika dan panca indera kita yang bukan saja tidak pernah puas tetapi juga lemah dalam memilah-milah kepalsuan ! Hendaklah setiap kita tetap peka terhadap gema peringatan dari firman Tuhan,

“Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka
berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Kamu berasal dari
Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih
besar dari pada roh yang ada di dalam dunia (1 Yohanes 4:1, 4). Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah
pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun
secara tertulis (2 Tesalonika 2:15).”

 

 

Catatan:

(1) Merryl C. Tenney, Survey Perjanjian Baru (judul asli: New Testament Survey). Malang: Gandum Mas, 1985, halaman 88.
(2) Bapa gereja, Justinus Martyr (meninggal tahun 165) yang juga berasal dari Samaria menulis bahwa Simon Magus pada zamannya dianggap oleh dewa tertinggi oleh orang2 Samaria yang disebut sebagai ‘kuasa Allah, Kuasa Besar’ (KPR 8:10). Lihat, Kenneth L. Barker & John Kohlenberger III, cons. Ed., NIV Bible Commentray: volume 2 New Testament. Grand Rapids: Zondervan Publishing House, 1994, p. 427.
(3) Untuk informasi yang lengkap, lihat Everett Ferguson, Backgrounds of the Early Christianity. 2nd Edition. Grand Rapids: Eerdmans & Co., 1993, pp. 284-285.
(4)  Matthew Henry, Matthew Henry’s Commentary on the Whole Bible: vol. VI—Acts to Revelation. Virginia: Macdonald Publishing Company, ny., p. 160.
(5)  George Milligan, Sellection From the Greek Papyri. Cambridge: The University Press, 1910, pp. 112-114.
(6)  “Ilmu Hitam” merupakan istilah untuk menyebutkan kuasa2 ajaib yang merusak, membahayakan, mengancam atau mencelakakan manusia. Sedangkan “Ilmu Putih” merupakan istilah untuk menyebutkan kuasa2 ajaib yang menahan, menangkis, mengalahkan atau menyembuhkan hal2 yang diakibatkan oleh Ilmu Hitam. Kedua istilah ini sebenarnya sama saja menunjukkan keyakinan palsu manusia terhadap kuasa2 kegelapan.
(7)  Kenneth Hagin, How To Write Your Own Ticket With God. Tulsa: Faith Library, 1979, p. 8.
(8)  Ibid., p. 10.
(9) Ibid, pp. 20-21
(10)  Ludzia, Tenaga Hidup. Halaman 37.
(11) Ludzia, h. 37-38.
(12)  Ayat-ayat Alkitab dalam materi ini merupakan kutipan dari software terjemahan2 Alkitab versi 3.0 dari “SABDA: Online Bible Versi Indonesia” (Surakarta: Yayasan lembaga SABDA –YLSA, 2005). Dipergunakan dengan izin penuh dari YLSA.
(13) Waspada disini berarti ‘menilai dengan bijaksana, mempergunakan hikmat ilahi dibawah penerangan Roh Kudus melalui kebenaran firman, dan tidak mudah condong untuk menerima begitu saja fenomena2 rohani yang ada melainkan menguji dengan kebenaran firman Tuhan.’