Gracia4Christ's Blog

Just another WordPress.com weblog

EKSPOSISI KITAB FILEMON by Pdt. Yarman Halawa, D.Min October 12, 2009

Filed under: Eksposisi Kitab Bagi Kaum Awam — graciacitra4christ @ 12:20 pm
Tags: , , , , , , , , ,

LATAR BELAKANG KITAB

Surat Paulus kepada Filemon ini di tulis sekitar awal AD 60-an di Roma (bersamaan dengan penulisan surat kepada jemaat Kolose), dan termasuk dalam kategori Surat2 Penjara (Efesus, Filipi, Kolose, Filemon), karena di tulis pada saat Paulus berada dalam pemenjaraan karena Injil. Surat kepada Filemon ini di tulis pada saat ia menjalani masa penahanan rumah oleh pemerintah Romawi. (1)

Filemon adalah anggota jemaat di Kolose. Onesimus yang menjadi pokok pembicaraan Paulus dalam surat ini adalah budak Filemon yang telah melarikan diri dan bertemu dengan Paulus di Roma, sebuah pertemuan yang membuatnya mengenal kasih Kristus. (2)  Setelah pertobatannya, Paulus meyakinkan Onesimus bahwa melarikan diri bukanlah cara terbaik menyelesaikan persoalannya. Paulus menganjurkan Onesimus agar ia kembali ke rumah Filemon, tuannya. Surat ini dituliskan kepada Filemon agar mau meneirma kembali Onesimus, budaknya yang telah melarikan diri.

PEMAHAMAN KITAB

Ayat 1 -Filemon adalah seorang tuan tanah berkebangsaan Yunani yang berdomisili di Lembah Lycus wilayah Kolose.(3)  Dia merupakan buah dari pelayanan misi Paulus. Rumahnya di pakai sebagai tempat pertemuan/ibadah jemaat Kolose. (4)

Ayat 2-3 – Siapakah Afia dan Arkhipus? Sangat mungkin Apfia adalah isteri Filemon dan Arkhipus adalah anak mereka. Keluarga mereka menjadi berkat bagi persekutuan orang-orang percaya dan rumah mereka menjadi salah satu tempat jemaat beribadah karena pada waktu itu belum ada bangunan resmi sebagai gereja karena adanya tekanan dan penganiayaan secara sporadis terhadap kekristenan.(5)  Agaknya penentangan terhadap gereja merupakan sesuatu yang biasa yang masih dapat kita saksikan hingga sekarang.

Ayat 4-7 – Betapa menyenangkan bagi Paulus mendengar bahwa Filemon memiliki kasih yang sangat besar terhadap pekerjaan Tuhan. Ini sangat menyukacitakan Paulus. Sukacita surgawi harus selalu menjadi milik kita apabila mendengar dan menyaksikan pekerjaan Tuhan dalam diri orang lain semakin maju dan bukan sebaliknya.(6)

Ayat 8-9 – Kebesaran hati seseorang terpancar dari cara ia memandang orang lain. Adalah hak Paulus (apalagi dalam kapasitas sebagai seorang rasul) untuk memerintahkan sesuatu yang harus ditaati oleh Filemon. Namun Paulus tidak menggunakan hak itu, justru ia “meminta” (7) kepada Filemon. Dalam pengertian ini terlihat betapa Paulus respek terhadap Filemon. (8)  Ini mengajarkan kita bahwa respek merupakan salah satu unsur penting dalam hubungan pelayanan. Pelayanan seringkali rusak karena ketidakmampuan menghargai atau menaruh percaya kepada mereka yang memiliki kapabilitas dalam pelayanannya.

Ayat 10 – Filemon adalah pemilik budak yang memiliki hak untuk menentukan hidup mati budaknya yang melarikan diri. Ini pasti sangat menakutkan Onesimus. Maka Paulus menjelaskan kepada Filemon bahwa sudah saatnya ia membangun hubungan yang baru dengan Onesimus; bukan hanya sebagai tuan dan budak, namun sebagai seorang saudara di dalam Kristus. Perhatikan bagaimana Paulus menyebut Onesimus sebagai “anakku” (9) menunjukkan teladan penerimaan yang luarbiasa kepada seorang yang berbeda latarbelakang. Melalui sebutan ini, Paulus menunjukkan kepada Filemon bahwa Onesimus sekarang telah menjadi seorang Kristen, saudaranya di dalam Kristus.

Ayat 11-15 – Sebagaimana Paulus telah menunjukkan belas kasihan demikian juga seharusnya Filemon dan keluarganya menunjukkan kemurahan hati. Kata-kata Paulus demikian persuasive dan meyakinkan Filemon untuk memenuhi permintaan Paulus kepadanya.(10) Nama “Onesimus” berarti “berguna atau menguntungkan”. Dengan permainan kata, Paulus menjelaskan bahwa budaknya yang dahulu tidak menguntungkan Filemon sekarang telah menjadi seorang yang sangat berguna bahkan menguntungkan baik bagi Paulus maupun bagi Filemon. Paulus mengirimkan Onesimus kembali kepada Filemon dan meminta agar Filemon mau menerimanya kembali. (11)

Ayat 16 – Status Onesimus sekarang sebagai seorang Kristen juga berpengaruh dalam hubungannya dengan Filemon. Dia tidak hanya seorang budak, namun juga seorang saudara dalam iman. Itu berarti bahwa baik Filemon maupun Onesimus sama-sama anggota keluarga Allah. Karena itu Paulus mendorong Filemon untuk menjadikan kebenaran ini nyata dengan menerima Onesimus sebagai “saudara yang kekasih di dalam Tuhan.”(11)

Ayat 17-19 – Ungkapan bahwa “kasih nyata dalam perbuatan” agaknya nyata dalam tindakan Paulus. Kesungguhan kasihnya kepada Onesimus tidak tanggung-tanggung. Seandainya Filemon menuntut ganti rugi akibat perbuatan Onesimus, Paulus siap secara pribadi membayarnya. Ia rela berhutang kepada Filemon demi Onesimus. Tindakan ini mengingatkan kita kembali bahwa kasih sejati kadangkala harus dibuktikan melalui tindakan yang sulit yang kadangkala bukannya mendatangkan keuntungan, malahan ‘kerugian’. Kasih yang tulus rela berkorban bukannya menuntut. Sebagai bapak rohani Filemon, Paulus mengharapkan agar Filemon juga dapat mengasihi Onesimus dan menerimanya kembali dengan penuh pengampunan.

Ayat 20-22 – Paulus telah meminta Filemon menerima Onesimus seolah-olah menerima dirinya (lihat ayat 17). Namun ia sekali-kali tidak memanfaatkan hubungan yang ada untuk kepentingan ini. Paulus ingin agar di dalam menerima kembali Onesimus, Filemon melakukannya dengan tulus hati. Jadi bagi Paulus, ketulusan merupakan dasar utama dalam penerimaan satu dengan yang lain antar pribadi.

Ayat 23-24 – Nama-nama orang yang “titip salam” dalam ayat-ayat ini adalah nama-nama orang yang telah dikenal baik oleh jemaat di Kolose. Epafras adalah seorang yang merintis jemaat di sana, dan menjadi teladan bagi mereka pada waktu menghadapi penganiayaan. Epafras memang sangat mengasihi jemaat Kolose. (13) Markus, Aristarkhus, Demas dan Lukas juga disebutkan dalam Kolose 4:10, 14. mereka adalah orang-orang yang pernah menyertai Paulus dalam perjalanan misi ke Kolose. (14)

PENUTUP

Dalam surat pribadi Rasul Paulus kepada Filemon ini terlihat dengan jelas dan nyata mengajarkan bahwa Kasih Kristus memiliki 3 dampak yang membawa kepada perubahan hidup dalam pola pikir, karakter dan sikap pelayanan, yakni:

• Kasih Kristus Dasar dari Pengampunan

• Kasih Kristus Meruntuhkan Tembok-Tembok Pemisah

• Kasih Kristus Mengajar Untuk Menghargai Orang Lain.

catatan:

(1)   Lihat Kisah Para Rasul 28:30-31 juga Filemon 9.
(2)   Lihat ayat 10
(3)   Kenneth L. Barker & John Kohlenberger III, Zondervan NIV Bible Commentary Volume 2: New Testament. Grand Rapids: Zondervan Publishing House, 1994. P. 935.
(4)   Perhatikan sebutan Paulus kepadanya, “…yang kekasih, teman sekerja kami…” menggunakan kata                     (Inggris: synergy) yang mengungkapkan kedekatan yang bukan hanya interpersonal relationship melainkan                       menunjuk kepada team work ministry relationship Paulus (Nestle-Aland, Novum Testamentum Graece. Stuttgart:          Deutsche Bibelgesellschaft, 1990 dan penjelasan kata ini dalam Shorter Lexicon of The Greek New Testament (2nd          Edition by F. Wilbur Gingrich and revised by Frederick W. Danker). Chicago: The University of Chicago, 1983. P.              192).
(5) Antara AD 54-68, Romawi diperintah oleh Kaisar Nero yang terkenal anti terhadap kekristenan. Masa pemerintahannya selalu diwarnai dengan kecurigaan terhadap orang2 kristen, hal mana sering ia nyatakan melalui tuntutan agar ia disembah sebagai tuhan oleh orang Kristen ( lihat juga Yarman, Diktat Pengantar Perjanjian Baru I & II. Pacet: STTIAA, 2005, 2006).
(6)  Perhatikan ayat 7. Ungkapan ini menunjukkan penghargaan yang amat besar dari seorang hamba Tuhan/Rasul kepada seorang pelayan awam. Kabar tentang Filemon ibarat air penyejuk dahaga bagi Paulus yang sedang dalam penahanan!
(7) Terjemahan asli dari kata  menunjuk kepada sebuah undangan agar Filemon menaruh perhatian terhadap apa yang sedang Paulus upayakan saat itu supaya mempertimbangkan permintaan Paulus berkaitan dengan Onesimus (lihat F.Wilbur Gingrich, Shorter lexicon of The Greek New Testament. P. 148.
(8) Ingat: Respek # Sungkan. Kebanyakan orang lebih mengedepankan ‘sungkan’ dari pada respek! Hubungan yang didasarkan pada “sungkan” tidak akan pernah bertahan lama.
(9) Kata yang Paulus gunakan menunjuk kepada suatu tindakan “mengangkat anak” dengan pengertian yang dapat mengarah kepada mengangkat anak secara jasmani atau secara rohani (lihat juga berdasarkan jenis kata dalam Thomas A. Robinson, Mastering Greek Vocabulary (2nd revised edition). Peabody: Hendrickson Publishers, 1991. P.55.
(10) Paulus seorang yang sangat mengerti dan memahami keberadaan Filemon. Filemon adalah seorang yang berasal dari suku Frigia, yakni salah satu suku bangsa Yunani yang terkenal dengan karakter keras dan kasar serta sulit di ajak kompromi (lihat Matthew Henry, Matthew Henry Commentary on The Whole Bible: volume VI – Acts to Revelation. Virginia: Mac Donald Publishing Company, ny. P. 883)
(11) Perhatikan ayat 20. Paulus sedemikian berharap permintaannya kepada Filemon terlaksana. Lihat
Robert H. Gundry, A Survey of The New Testament (3rd edition). Grand Rapids: Zondervan Publishing House, 1994. P. 392.
(12) Lihat juga Kolose 1:7, 4:12-13.
(13) Lihat Kolose 4:10, 14.

About these ads
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,213 other followers