Gracia4Christ's Blog

Just another WordPress.com weblog

WAKTU YANG TERSISA (Efesus 5:15-17) oleh Pdt. Yarman Halawa, D.Min August 27, 2009

Filed under: Uncategorized — graciacitra4christ @ 6:40 am
Tags: , , , ,

Ada seseorang yang mencoba membuat catatan bagaimana ia telah mempergunakan waktu mengisi hidupnya selama 70 tahun. Setelah ia menghitung maka ia mendapatkan angka2 sbb: Tidur 23 tahun (32,9%), Bekerja 16 tahun (22,8%), Beribadah 0,5 tahun (0,7%), Nonton TV 8 tahun (11,4%), Makan 6 tahun (8,6%), Bepergian 6 tahun (8,6%), Bersantai 4,5 tahun (6,5%), Sakit 4 tahun (5,7%), Berpakaian 2 tahun (2,8%). Kitapun dapat membuat catatan tentang kehidupan kita dalam rentang 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, 1 tahun mengenai hal2 apa yang kita lakukan. Catatan itu paling tidak akan menjadi cermin mengenai bagaimana kita menjalani waktu yang Tuhan karuniakan dalam hidup kita. Mungkin kita akan terkejut betapa banyaknya waktu yang kita sia2kan untuk hal2 yang tidak berguna atau untuk hal2 yang sifatnya duniawi sementara waktu untuk hal2 yang rohani bagi pekerjaan Tuhan sangat sedikit. Renungan kita hari ini akan mengajak kita mempergunakan waktu yang masih ada dalam hidup kita sebagai anak2 terang dengan baik dan benar. Alkitab memberi 3 pengertian mengenai waktu: Cronos – waktu yang terus berjalan (detik, menit, jam, hari, bulan, tahun) Kairos – waktu yang merupakan sebuah kesempatan tak terulang Aion – waktu yang kekal. Paulus mendorong jemaat Efesus untuk mempergunakan waktu dengan baik. Waktu seperti apa yang dibicarakan Paulus disini? Kairos, yakni waktu yang merupakan sebuah kesempatan yang tidak terulang yang mungkin hanya sekali seumur hidup. Dengan kata lain, Paulus mendorong mereka untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan hidup yang tersisa sebagai orang percaya milik Tuhan di tengah dunia. Orang yang benar2 mempergunakan kesempatan hidup yang tersisa dengan baik dapat dilihat melalui 2 ciri berikut ini: Ciri 1 – Hidup Dalam Perbuatan Terang (ayat 15). Disini kita menemukan 2 jenis orang dalam menjalani hidup. Bebal dan Arif. Bebal=hidup dalam perbuatan kegelapan (cf. Ayat 3-7). Arif= hidup dalam perbuatan terang (8b-9). Orang bebal itu akan menyia2kan kesempatan untuk hidup benar dihadapan Tuhan, tetapi orang yang arif mempergunakan kesempatan yang Tuhan berikan untuk hidup benar dihadapan Tuhan. Bagi kita anak2 Tuhan kedua gambaran ini harus menyadarkan diri kita mengenai sejauh mana kita ini hidup berkenan dihadapan Tuhan. Apakah kita termasuk orang yang bebal dalam pengertian menyia2kan kesempatan yang Tuhan telah berikan atau termasuk orang yang arif dalam pengertian benar2 mempergunakan kesempatan yang Tuhan berikan bagi kita untuk hidup berkenan dihadapan-Nya. Sangat menarik disini bahwa Paulus memberi penekanan yang sangat tegas “perhatikanlah dengan seksama bagaimana kamu hidup” (terj. ‘Jalanilah hidup ini dengan sangat hati2, jangan sembrono’). Hidup yang sembrono ini pada akhirnya akan merusak kepekaan hidup kita terhadap dosa. Ilustrasi: Ada seekor katak dimasukkan dalam sebuah panci yang berisi air dingin. Kemudian panci itu dipanasi perlahan-lahan, 1 derajat C tiap 1 menit. Pada mulanya katak itu tidak merasakan apa2 dan tetap berenang2 dalam panci. Sampai pada suatu saat tertentu katak ini merasakan ada yang tidak beres pada tubuhnya. Ia mulai merasa panas dan berusaha meloncat keluar dari panci. Namun apa yang terjadi? Ia tidak mampu keluar, ia tidak berdaya. Ternyata panas itu telah melumpuhkan syaraf2nya. Dan katak itupun akhirnya mati! Katak itu bisa menjadi gambaran bagi kita. Sering perbuatan2 kegelapan itu begitu halus masuk dalam hidup kita. Kita merasa tidak apa2 ketika kita melakukan dosa. Kita berkata, “Semua orang juga melakukannya” Hati kita berkata, “Tidak apa2.” Akibatnya lama kelamaan syaraf2 iman kita menjadi lumpuh karena dosa itu. Dan akhirnya kita tidak dapat keluar dari “panci dosa” dan…kita menjadi “Swie Kee” yang empuk bagi si jahat! Q: Sudahkah kita menjalani hidup kita dengan benar dihadapan Tuhan pada saat ini? Atau sebagai anak2 Tuhan, kita masih terus membiarkan hidup kita dikuasai oleh perbuatan2 yang penuh dosa? Mari, gunakan waktu yang masih ada, bereskan semuanya dihadapan Tuhan. Ciri 2 – Bekerja Bagi Tuhan/melakukan Tujuan Hidup Yang Tuhan Kehendaki (ayat 17) Orang percaya yang benar2 menggunakan waktu yang tersisa dalam hidupnya dengan baik akan “mengusahakan untuk mengerti kehendak Tuhan.” Apa maksudnya “mengerti  kehendak” Tuhan? Mengerti dalam konteks ini berarti = gain an insight into, understand, comprehend. Sedangkan kehendak dalam konteks ini secara sederhana berarti  God’s will upon our life purpose. Ada 2 macam mengerti: asal mengerti dan sungguh mengerti. Orang kristen yang asal mengerti mengapa dia menjadi anak Tuhan tidak akan pernah bisa mengerti kehendak Tuhan atas hidupnya dengan benar. Tetapi orang kristen yang sungguh mengerti mengapa dia menjadi anak Tuhan pasti mengerti apa kehendak Tuhan yang harus menjadi tujuan hidupnya yang terutama. Q: menurut Bp/Ibu/Sdr, apa yang menjadi kehendak Tuhan yang harus menjadi tujuan utama hidup kita dalam dunia ini?  Alkitab memberi penegasan yang telah dirangkum dengan sangat jelas di dalam The Westminster Shorter Catechism Q1: What the chief’s end of man? A: The chief’s end of man is to glorfying God and to enjoying Him forever. Saya yakin setiap kita mengetahui bahwa kita hidup untuk memuliakan Allah. Tetapi saya harus katakan bahwa mengetahui saja tidak cukup. Mengetahui bahwa hidup kita ini untuk memuliakan Allah tetapi tidak melakukan apa-apa sama dengan bohong. Itu bebal kata Paulus artinya: tahu tapi do nothing. Maka itu sebabnya Paulus katakan kamu harus mengusahakannya, mengerjakannya, menjadikannya nyata (ayat 17…). Q: Sudahkah kita mengusahakan untuk melakukan apa yang Tuhan kehendaki untuk kita lakukan bagi-Nya? Sebagai anak Tuhan, kita ini hidup bukan hanya sekedar menjalani hidup. Meraih ini dan itu, hidup bagi diri kita sendiri, seolah-olah hidup itu hanya urusan berkaitan dengan dunia ini saja lalu kemudian game over dan kembali kepada Tuhan, namun tidak membawa sesuatu yang bernilai, berharga, berguna, bermakna yang merupakan buah kehidupan percaya kita bagi-Nya selama kita ada di bumi ini. Itu sebabnya, Paulus katakan “Pergunakanlah waktu yang ada, mumpung masih ada waktu, mumpung masih kuat, bisa mikir, sehat, dst, supaya hidupmu itu berguna bagi Tuhan. Jangan menunda2 kesempatan yang masih ada. Mumpung belum terlambat!” Menunda-nunda merupakan momok yang membuat kita tidak berbuah bagi Tuhan.  Itu bisa menambah perbendaharaan amunisi Setan untuk melemahkan dan menghacurkan sendi-sendi semangat hidup rohani dan jasmani kita.  Konon (katanya) Iblis dan para setan bersidang dengan tujuan untuk mengutus setan2 kedalam dunia untuk menghancurkan jiwa manusia. Siapakah yang akan di utus? Setan I – “Saya akan katakan bahwa tidak ada sorga” Setan 2 – “Saya akan katakan pada manusia bahwa tidak ada neraka” Setan 3 –“Saya akan katakan kepada manusia ‘ulur-ulurkanlah waktumu’ “ Alkisah Setan 3 ini sangat sukses dalam membuat manusia termasuk anak2 Tuhan untuk menunda2 banyak hal dalam kehidupannya. Ia selalu berbisik, “nanti saja” “waktu masih banyak” “santai saja, umurmu kan masih panjang” “tenang saja besok masih panjang” dst. Penundaan sama dengan penolakkan. Menunda sama dengan menolak kehendak Tuhan dalam kehidupan kita: menolak untuk percaya Tuhan, menolak bertobat dari dosa-dosa yang tersembunyi, menolak untuk melayani Tuhan, menolak mengampuni orang yang bersalah kepada kita, menolak ajaran yang benar, menolak mengakui dan membereskan dosa-dosa kita, dst. Ini mengakibatkan kita mengabaikan kesempatan sehingga akhirnya kesempatan itu habis. Dan biasanya kesadaran baru muncul belakangan…ya setelah nasi menjadi bubur! Kita dipanggil untuk melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Bukan melakukan pekerjaan bagi diri kita tetapi juga melakukan pekerjaan bagi Tuhan. Tuhan Yesus katakan dalam Yohanes 9:4 “Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.” Konteksnya: menyembuhkan mata orang buta sehingga celik bisa melihat. Dalam kaitan dengan apa yang disebut oleh FT tadi setiap kita di panggil untuk melakukan pekerjaan Tuhan untuk turut mencelikkan kebutaan yang terjadi dalam kehidupan kita, keluarga kita, gereja kita, masyarakat dan dunia dimana kita berada. Disekeliling kita ada banyak “penyakit buta” (yang jauh lebih berhahaya dari penyakit jasmani yang kita kenal hari ini) sedang merajalela sehingga tidak dapat mengenal Allah dengan baik dan benar. Penyakit buta apa sajakah itu? 1. Penyakit buta nilai -Nilai2 luhur seperti kasih, pengorbanan, kemurahan hati, kelemahlembutan, penguasaan diri, dsb sudah tidak lagi dilakukan. Yang diagungkan justru kesenangan, penampilan luar dan bukannya perhiasan batin. 2. Penyakit buta sosial – Egois dan individualistik. 3. Penyakit spiritual – Materi menjadi prioritas. Hal2 spiritual (doa, ibadah, persekutuan, pelayanan) tidak dipedulikan. 4. Penyakit buta jati diri – Banyak orang kristen gagal mengenali siapa dirinya sebagai anak Allah, gambar Allah, Bait Allah, domba Allah, mempelai Kristus, ranting anggur, dst. Hidup justru lebih buruk dari mereka yang tidak percaya. 5. Penyakit buta Ilahi – Seringkali kita tidak lagi menghargai Allah yang terus bekerja dalam kehidupan kita. Kita sering kurang bersyukur, mudah putus asa ketika mengalami kesulitan, mudah sombong ketika berhasil, dan tidak mau terlibat dalam pekerjaan-Nya. Kesimpulan & Tantangan Mari semakin memaknai arti hidup dan tujuan hidup kita sebagai orang percaya dihadapan Tuhan dengan tidak menyia-nyiakan waktu yang tersisa dalam hidup kita dengan: Hidup dalam perbuatan terang dan Bekerja bagi Tuhan dengan giat, tekun dan setia. Q: Maukah kita? Kiranya Tuhan Yesus yang kita nantikan kedatangan-Nya memberkati kita sekalian. Amin!

 

10 Responses to “WAKTU YANG TERSISA (Efesus 5:15-17) oleh Pdt. Yarman Halawa, D.Min”

  1. ptm.panggabean Says:

    Terima kasih atas firman Tuhan yang diberikan, kami sangat tergerak, dan saya ingin terus berhubungan dgn sdr. Kalau berkenan mohon diinformasikan via email kami. Tq.gbu

  2. Marlis Sidebang Says:

    Terimakasih , saya dapat mengetahui firman tuhan lebih luas melalui tulisan bapak.

  3. DANTOR PANJAITAN Says:

    terimakasih pak pendeta,ulasan yang sangat menarik

  4. yustina ratna setyawati pranowo Says:

    Terima kasih pak pendeta, menjadikan renungan pagi ini sangat lengkap dan berharga. Selamat melayani Tuhan

  5. arlius harefa Says:

    topik ini menarik saya sebagai anak muda dan mau mengikut tuhan dan mau belajar lebih dalam lagi tentang firman tuhan.gbu

  6. Khotbah yg memberi berkat.Trim


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s