Gracia4Christ's Blog

Just another WordPress.com weblog

Pemahaman Alkitab & Pembinaan Teologia Jemaat Awam:KITAB YUDAS by Rev. Yarman Halawa, D.Min October 1, 2009

Filed under: Eksposisi Kitab Untuk Jemaat — graciacitra4christ @ 3:20 am

PENULIS SURAT
Penulis memperkenalkan dirinya sebagai ‘Yudas, hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus’. Masalah muncul ketika hendak memastikan Yudas yang manakah yang menulis surat ini, karena di dalam Alkitab (khususnya PB) terdapat beberapa orang yang bernama Yudas.
(i) Yudas dari Damaskus, yaitu yang didalam rumahnya Paulus berdoa sesudah pertobatannya di jalan ke Damaskus ( KPR 9:11).
(ii) Yudas Barsabas, seorang tokoh yang menonjol dalam konsili gerejawi yang bersama Silas membawa keputusan konsili Yerusalem ke Antiokhia (KPR 15:22, 27,32).
(iii) Yudas Iskariot, salah seorang dari keduabelas murid yang mengkhianati Yesus.
(iv) Rasul Yudas yang adalah saudara Rasul Yakobus yang juga adalah saudara Yesus (Lukas 6:16, KPR 1:13, Mat.13:55, Mark. 6:3).
3 nama pertama hampir dapat dipastikan tidak memiliki sangkut paut dengan penulisan surat Yudas ini. Nama yang ke empat, yakni Yudas saudara Yakobus yang juga adalah saudara Yesus diakui sebagai penulis surat ini. Memang ada pertanyaan yang muncul ketika memastikan bahwa penulis surat ini adalah Rasul Yudas saudara Rasul Yakobus yang juga adalah saudara Yesus. Pertanyaan itu adalah: Mengapa Yudas tidak menyebut dirinya Rasul dan saudara Yesus melainkan hamba Yesus Kristus? Jawabannya: hampir setiap rasul yang menulis dalam PB menyebut dirinya sebagai ‘hamba Yesus Kristus’ (misalnya. Paulus dalam Roma 1:1, Fil. 1:1, Titus 1:1). Bahkan Rasul Yakobus yang adalah saudara Yudas dan juga saudara Yesus, menyebut dirinya demikian (Yakobus 1:1).

TEMA/TUJUAN SURAT
Tema: Hadapi Guru-Guru “kristen” Palsu dan Para Pengikut “kristen” Palsu.  Surat ini merupakan peringatan kepada gereja kristen terhadap kehadiran ajaran dan para pengajar sesat yang menyusup ke dalam gereja (ayat 3-4).

TAHUN PENULISAN: c. 60-65 AD

EKSPOSISI SURAT YUDAS

I. MAKNA MENJADI SEORANG KRISTEN (ayat 1,2)
Dari cara Yudas memperkenalkan dirinya kita mendapati 2 hal penting yang menyingkapkan pribadinya:

Pertama, Yudas adalah seorang yang puas dengan tempatnya yang ‘kedua’. Ia hampir2 tidak seterkenal Yakobus, dan ia puas untuk dikenal sebagai saudara Yakobus. Posisinya mirip dengan Andreas, yang tidak seterkenal saudaranya, Simon Petrus. Mereka bisa saja marah, iri, dengki dengan saudara2 mereka yang terkenal itu, namun mereka sangat menyadari anugerah Tuhan sehingga mereka dengan senang menerima kedudukan yang kedua.

Kedua, satu-satunya gelar kehormatan yang mau ia gunakan adalah “hamba Yesus Kristus”. Bahasa Yunani yang digunakan untuk kata hamba disini adalah ‘doulos’ yang berarti ‘budak’, suatu kata yang lebih rendah dari kata hamba. Dengan kata lain ia hendak mengatakan bahwa kemuliaan terbesar dalam hidup ini adalah kehidupan yang senantiasa melayani Yesus.

Itulah sebabnya dalam bagian ini, ia menggunakan 3 kata untuk melukiskan siapakah orang2 kristen itu:

a. Orang2 kristen adalah mereka yang dipanggil oleh Allah. Ia menggunakan kata “/kalein” yang memiliki 3 arti luas: pertama, memangil seseorang kepada suatu jabatan, kepada suatu kewajiban, dan kepada suatu tanggungjawab. Setiap orang Kristen dipanggil kepada suatu jabatan, kewajiban dan tanggungjawab untuk melayani Kristus. Kedua, memanggil seseorang kepada suatu pesta atau festival. Orang Kristen adalah orang yang dipanggil pada kegembiraan memenuhi undangan Allah. Ketiga, memanggil seseorang ke pengadilan. Orang Kristen pada akhirnya akan dipanggil menghadap tahta pengadilan Kristus untuk mempertanggunjawabkan kehidupan imannya.

b. Orang2 kristen adalah mereka yang dikasihi Allah. Allah memanggil seorang Kristen untuk dikasih-Nya dan untuk mengasihi Dia. Bila seseorang dipanggil kepada suatu tugas, maka tugas itu bukanlah beban melainkan sebuah kehormatan. Bila seseorang dipanggil pada pelayanan, maka itu adalah persekutuan bukan kekuasaan. Bila kita dipanggil ke tahta pengadilan Kristus, itu bukanlah lagi hukuman melainkan kasih dan keadilannya yang akan kita terima.

c. Orang2 kristen adalah mereka yang dipelihara Allah. Seorang Kristen tidak pernah dibiarkan sendirian oleh Allah. Kristus senantiasa mengawal kehidupannya dan menjadi teman seperjalanan.

Untuk direnungkan:
1. Bagaimanakah cara kita memandang diri kita pada saat ini dihadapan Kristus?
2. Bagaimana kita memandang orang yang “lebih” dari kita?
3. Apakah tiga arti menjadi Kristen telah sungguh2 kita alami
pada saat ini?

II. PERTAHANKANLAH DAN MURNIKANLAH IMANMU! (ayat 3)
Yudas menyadari betul tugasnya sebagai penjaga kawanan domba Allah. Ketika ia melihat bahaya penyusupan ajaran sesat yang mengancam kehidupan iman umat percaya, ia tidak tinggal diam. Ia mengingatkan umat Tuhan untuk senantiasa menjaga iman mereka.

Dalam ayat ini kita dapat menemukan kebenaran2 khusus mengenai iman yang kita pegang:

(i) Iman adalah sesuatu yang diberikan kepada kita. Kepercayaan kita kepada Kristus bukanlah merupakan sesuatu yang kita temukan atau usahakan sendiri, melainkan pemberian-Nya sebagai karunia bagi kita.

(ii) Iman adalah sesuatu yang sekali dan untuk selama-lamanya diberikan pada kita. Iman Kristen mengandung kualitas yang tidak berubah-ubah dari dulu sampai selamanya; yakni: Kristus datang kedalam dunia dan mati untuk membawa keselamatan bagi manusia berdosa yang percaya pada-Nya.

(iii) Iman Kristen adalah sesuatu yang dipercayakan kepada umat Allah yang sudah dikuduskan. Artinya: iman Kristen bukanlah hak milik dari seseorang, tetapi hak milik gereja. Ia datang ke dalam gereja, dipeliharakan dalam gereja, dan dipahami dalam gereja.

(iv) Iman Kristen adalah sesuatu yang harus dipertahankan. Setiap orang Kristen harus siap sedia membela imannya. Sangat menarik bahwa Yudas menggunakan kata “/epagonizesthai” untuk kata membela/memperjuangkan iman dalam ayat ini. Kata Yunani ini mengandung akar kata dalam bahasa Inggris “agony” yang berarti kesengsaraan. Hal ini berarti setiap orang percaya diajak untuk senantiasa membela imannya meskipun harga yang harus dibayar untuk itu sangat mahal.

Untuk kita renungkan:
1. Iman Kristen tidak dapat dikompromikan dengan “kebenaran2 iman yang lain”.
2. Sudah seberapa jauhkah iman kristen telah menjadi nyata dalam kehidupan keluarga, pekerjaan, studi, lingkungan, dan pelayanan?

III. WASPADALAH TERHADAP PARA PENYESAT & PENGIKUT MEREKA! (4-16)
Ayat 4 merupakan peringatan yang sangat penting kepada gereja termasuk gereja Tuhan pada masa kini, agar waspada terhadap bahaya yang muncul dari dalam gereja itu sendiri. Gereja telah mengalami banyak penderitaan yang diakibatkan oleh orang2 tertentu yang menyusup masuk ke tengah2 umat Allah. Yudas menggunakan kata Yunani “/pareisduein” untuk orang2 ini. Kata ini memiliki 2 arti: pertama, suatu upaya dari seorang pembela yang pintar yang mencoba untuk mempengaruhi pikiran hakim dan para juri dalam pengadilan. Kedua, menunjuk kepada seseorang yang sebenarnya telah terbuang secara hukum dalam suatu negeri, namun kemudian dengan diam2 menyelusup masuk kembali ke negeri yang telah membuangya itu.

Yudas mengemukakan 2 karakteristik mereka:
1. Menyalahgunakan kasih karunia Allah untuk melampiaskan hawa nafsu. Sangat menarik bahwa Yudas menggunakan kata Yunani “/aselges” (terjemahan LAI: melampiaskan hawa nafsu) memiliki pengertian ‘ketidaksopanan yang menyolok’. Dalam tata bahasa Yunani kata ini merupakan kata yang suram dan mengerikan. Hal ini berarti bahwa para penyesat ini adalah orang2 yang sama sekali tidak merasa malu untuk menunjukkan ketidaksopanan mereka, bahkan didepan umum. Mereka tidak lagi menghormati hukum atau aturan norma yang seharusnya ada dalam diri seorang kristiani. Mereka berbuat demikian karena mereka yakin anugerah Allah amat besar untuk menutupi banyak dosa. Makin banyak berdosa, makin banyak anugerah Allah yang akan di terima. Ini adalah bentuk pemahaman terhadap kasih karunia Allah yang bahkan orang paling gila sekalipun tidak pernah memiliki cara pandang demikian (atau lebih gila dari pada orang gila).
2. Menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita Yesus Kristus. Orang2 ini menyangkal keunikan dari pada Kristus. (1) mereka menyangkali keilahian-Nya: Yesus itu hanya nampak mempunyai tubuh, tetapi sebenarnya hanya sejenis hantu roh yang menyerupai manusia. (2) Yesus hanyalah salah satu dari tahap menuju kepada kesempurnaan yang tertinggi, yakni Allah (Bandingkan dengan Yohanes 14:6 !).

Melihat dari karakteristik mereka maka ternyata ada 2 golongan penyesat dalam gereja pada masa itu:

Pertama, Orang2 yang disebut Antinomian (melawan hukum dan norma). Mereka disebut demikian karena mereka tidak menghormati kasih karunia Allah dan norma2 kehidupan yang yang benar dalam kehidupan sehari-hari.
Yudas memperingatkan jemaat Tuhan terhadap beberapa contoh aktifitas orang2 semacam ini dalam Alkitab:

Ayat 5 (contoh dalam kehidupan Israel):
ketidaktaatan dan tidak adanya rasa syukur atas kasih karunia Allah yang menyelamatkan bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir yang dinyatakan dengan sikap memberontak baik terhadap Allah maupun kepada para hamba-Nya (Musa dan Harun).

Ayat 6 (contoh dalam kehidupan para malaikat yang jatuh):
Malaikat adalah para pelayan Allah. Akan tetapi sebagian dari mereka (yakni 1/3 dari jumlah malaikat) di bawah pimpinan Lucifer (Bintang Timur, Putera Fajar), salah seorang malaikat utama, telah jatuh karena memberontak kepada kuasa Allah. Ia ingin menduduki tempat Allah (baca Yesaya 14:12-15).

Ayat 7 (contoh dalam kehidupan masyarakat kafir zaman Abraham):
Akibat mempraktekan cara hidup seksual yang melanggar kodrat (praktek homoseksual), kota Sodom dan Gomora beserta seluruh isinya dihanguskan oleh Tuhan.

Ayat 8, 9 (contoh di seputar peristiwa setelah kematian Musa):
Iblis mengklaim bahwa jasad Musa adalah miliknya! Alasannya: Musa itu berdosa dan pernah membunuh. Dan karena itu jasadnya menjadi hak milik Iblis. Untuk hal ini, iblis tidak segan berselisih dan bertengkar dengan ‘mantan’ rekannya, Mikhael dan dengan begitu berani menentang Michael malaikat utama Allah yang mulia.

Ayat 10 (contoh dalam kehidupan Kain, Bileam, dan Korah):
Bagi orang Yahudi, Kain adalah seorang yang tidak percaya dan materialistis. Ia tidak percaya kepada Allah dan menolak norma2 yang berlaku. Ia melakukan segala sesuatu persis seperti yang ia kehendaki sendiri.
Sedangkan Bileam adalah seorang yang rela berbuat dosa untuk mendapat keuntungan (Bilangan 22) dan bahkan ia juga rela menjadi jahat luarbiasa dengan mengajar orang lain berbuat dosa (Bilangan 25). Sementara Korah (Bilangan 16:1-35), adalah seorang pemberontak yang menginginkan hak kepemimpinan atas umat Israel. Ia menentang penahbisan anak2 Harun dan suku Lewi sebagai imam bangsa Israel.

Kesimpulan: Orang2 Antinomian ini adalah orang2 yang fasik (ayat 12-16)
1. Mereka disebut sebagai “noda dalam Perjamuan Kasih” (ayat 12: ‘/spilas’) yakni mengubah acara2 perjamuan kasih menjadi pesta seks, pesta minuman keras dalam ruangan2 tertutup (padahal seharusnya perjamuan kasih itu dilakukan bersama-sama dan di tempat terbuka!). hal ini disertai dengan sikap yang rakus dan serakah tanpa mempedulikan yang lain.
2. Mereka disebut sebagai “kotoran dan noda/” (2 petrus 2:13). Dalam bahasa Yunani kata “spilas” atau “noda” ini dapat memiliki makna batu karang yang tersembunyi atau setengah tersembunyi di bawah air dimana kapal dapat dengan mudah terkandas.
3. Mereka “mengumbar keburukan mereka” tanpa sungkan atau malu! (ayat 13).
4. Mereka adalah orang2 yang menista Tuhan (ayat 14).
5. Mereka adalah orang2 yang sama sekali jauh dari memiliki kualifikasi hidup sebagai para pengajar yang memberitakan kebenaran (16).
Manifestasinya dalam zaman ini:
1. Kehidupan yang terperangkap dalam akibat buruk kehidupan yang serba glamour, hedonistic, mengumbar sensualitas dan seksualitas. Contoh: jangan heran penyanyi atau bintang film yang notabene Kristen dan memakai kalung salib besar di leher atau di telinga tidak segan2 seronok dan beradegan memalukan! Alkitab sebagai buku hukum iman sudah tidak lagi menjadi acuan.
2. Hancurnya fondasi iman yang benar melalui penyangkalan terhadap kebenaran2 etika hidup kristiani: Jangan heran kalau di gereja2 tertentu memberkati pernikahan para homoseksual, gay, dan lesbian (cf. Belanda, dan negara bagian Massachussets di USA!).
3. Sikap yang meremehkan gereja dan memandang rendah jabatan2 gerejawi yang ada.
4. Kehidupan Kristen yang menolak penggembalaan gerejawi. Membiarkan hidup berjalan seolah tanpa agama.
5. Sikap yang tidak bertanggungjawab terhadap kehadiran gereja di tengah dunia. Jangan heran jikalau gereja sudah tidak lagi mendatangkan keuntungan, maka gedung2nya yang semula ditahbiskan dalam nama Allah Tritunggal itu pada akhirnya menjadi kafe2, diskotik, toko, bahkan supermarket!
6. Sikap malas untuk belajar kebenaran Alkitab.

.Kedua, orang2 yang disebut Gnostis dan Docetis. Mereka memahami inkarnasi Kristus menurut logika/pengetahuan manusia (“/Gnosis” berarti pengetahuan). Itulah sebabnya mereka menyangkali Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat. Hal ini menunjukkan bahwa mereka yang tidak dikaruniai iman untuk percaya, tidaklah mungkin dapat menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Mereka boleh dikatakan sebagai orang2 yang tidak memiliki mata rohani sehingga bagi mereka kematian Kristus di kayu salib tidak sungguh2 terjadi. Kristus tidak pernah mati di salib, yang ada di atas kayu salib itu adalah sejenis hantu roh yang nampak menyerupai (Yunani ‘/dokein’) manusia yang kebetulan mirip Yesus!

Hal ini memang sangat mungkin terjadi bagi mereka, karena pada hakekatnya mereka adalah para penyusup (pareisduein) yakni orang2 yang telah dibuang dari keselamatan yakni mereka yang telah lama ditentukan untuk dihukum (ayat 4b). Catatan: paling sedikit ada 5 “guru” yang berpengaruh luas dalam kehidupan gereja pada zaman itu:
1. Simon dari Samaria (KPR 8:9-24) menyatakan diri sebagai titisan ilahi.
2. Menander (murid Simon dari Samaria), yang menjadi “guru” di Antiokhia.
3. Saturnius (“guru” di Antiokhia).
4. Cerinthus (“guru” di Asia kecil).
5. Marcion dari Pontus (pengusaha sukses perkapalan di Syria yang mengajarkan bahwa Allah dan Yesus itu tidak sempurna.

Untuk kita renungkan:
1. Tanpa kelahiran baru mustahil seseorang mengenal iman yang benar. Periksalah diri Saudara dan pastikan bahwa Saudara telah dilahirbarukan dalam Kristus.
2. Menaruh iman pada kekuatan logika, panca indera dan keinginan tubuh jasmani adalah pintu masuk yang paling lemah yang dapat menggiring kepada kesesatan. Jadi berhati-hatilah!

IV. MENGHADAPI PARA PENYESAT DAN KORBAN2 MEREKA (ayat 17-23)
a. Selalu mengingat peringatan2 yang diberikan oleh Alkitab (17-18).
b. Meningkatkan kepekaan rohani terhadap manifestasi2 yang terlihat dalam kehidupan orang2 ini (ayat 19).
c. Sementara itu sebagai pengikut Kristus, kita harus terus berupaya membangun diri di atas iman yang benar (ayat 20).
d. Menguasai diri dalam segala pengharapan (ayat 21).
e. Menjadi pendamping rohani bagi mereka yang masih lemah (ayat 22). Biasanya orang2 yang baru percaya atau lambat dalam memahami kebenaran iman Kristen adalah mereka yang paling mudah untuk disesatkan.
f. Beritakan kebenaran, hiburkan, nasehati, kuatkan, ajak dan doakan mereka senantiasa. Mungkin ini akan membosankan dan melelahkan bahkan bias tanpa hasil, tetapi inilah makna n kristiani kita.

IV. BERKAT BAGI UMAT YANG SUNGGUH BERIMAN (AYAT 24-25).

BIBLIOGRAPHY

ALKITAB (terjemahan LAI). Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 1996.

Barker, Kenneth L., & Kohlenberger II, John., con. Ed. NIV Bible Commentary. Indiana: BMH Books, 1994.

Barclay, William. The Daily Bible Study: the Letters of John and Jude. Edinburgh: The Saint Andrew Press, 1983.

Nestle-Aland, Novum Testamentum Graece. Stuttgart: Deutsche Bibelgesellschaft, 1990.

—————— New King James version (NKJV). Nashville: Thomas Nelson Publisher, 1994.

Yarman, DIKTAT: Pengantar Perjanjian Baru (diktat kuliah bagi mahasiswa/I . Pacet: STT-IAA, 2003).

Catatan:

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s