Gracia4Christ's Blog

Just another WordPress.com weblog

DOKTRIN GEREJA DALAM TEOLOGIA REFORMED Oleh Pdt. Yarman Halawa, D.Min October 23, 2009

I. AJARAN ALKITAB MENGENAI GEREJA
A. PENGERTIAN
1. Gereja adalah kumpulan umat pilihan Allah yang telah diselamatkan dari segala zaman, terikat oleh perjanjian Allah untuk melayani Dia dalam dunia.
2. Gereja memiliki tugas utama melaksanakan Amanat Agung (Mandat Penginjilan) dan Mandat Budaya

Istilah Gereja
a. `Kahal’ (1) dalam Perjanjian Lama (Kel.12:6; Bil. 14:5; Yer.26:17; Kis.7:38)
b. `Ekklesia’ (2) dalam Perjanjian Baru (Mat. 16:18; Kis.19:32,39,41; Rom.16:4)

Katekismus Heidelberg
Pertanyaan 54 (3)
P. Apa yang anda percayai mengenai “Gereja yang kudus dan am” ?
J. Aku percaya bahwa Anak Allah, melalui Roh dan Firman-Nya (Yoh. 19:14-16; Kis. 20:28; Ro. 10:14-17; Kol. 1:18) dari seluruh suku bangsa (Kel. 26:3-4; Why. 5:9) dan dari awal hingga akhir dunia ini (Yes. 59:21; 1 Kor. 11:26) mengumpulkan, melindungi, dan memelihara bagi diri-Nya suatu persekutuan yang dipilih-Nya untuk hidup yang kekal (Mat. 16:16; Yoh. 10:28-30; Ro. 8:28-30; Ef. 1:3-14) dan dipersatukan dalam iman yang benar (Kis. 2:42-47; Ef. 4:1-6). Dan dalam persekutuan ini saya (1 Yoh. 3:14, 19-21) menjadi anggota yang hidup sekarang sampai selama-lamanya (Yoh. 10:27-28; 1 Kor. 1:4-9; 1 Pet. 1:3-5)

Pertanyaan 55 (4)
P.: Apa yang anda pahami tentang “persekutuan orang kudus” ?
J. : Pertama, orang-orang percaya secara pribadi dan keseluruhan, sebagai anggota-anggota persekutuan ini, mendapat
bagian dalam Kristus dan kekayaan serta karunia-karunia-Nya (Ro. 8:32; 1 Kor. 6:17; 12:4-7, 12-13; 1 Yoh. 1:3)
Kedua, setiap anggota harus merasa wajib menggunakan karunia-karunianya untuk kepentingan dan kebahagiaan
anggota-anggota lainnya, dengan sukarela dan sukacita (Ro. 12:4-8; 1 Kor. 12:20-27; 13:1-7; Fil. 2:4-8)

B. MAKNA GEREJA
1. Ditujukan pada bangunan atau gedung gereja
2. Ditujukan pada gereja lokal (5)
3. Ditujukan pada denominasi gereja (6)
4. Ditujukan pada gereja yang nampak (visible church) dalam arti yang luas, termasuk Gereja Katolik, Gereja Protestan dan Gereja Orthodox biasa disebut sebagai Gereja Militant, yang terus maju berperang (Militant Church)
5. Ditujukan pada kumpulan orang-orang yang sudah dilahirkan baru dan diselamatkan, disebut Gereja yang universal, Gereja yang tidak nampak (invisible Church)
6. Ditujukan pada umat Kristen sejati sepanjang sejarah disebut Gereja yang menang (Triumphant Church)
7. Ditujukan pada Keluarga Allah (Family of God) yang terdiri dari umat kudus/pilihan yang diselamatkan dalam Perjanjian Lama maupun sepanjang sejarah gereja
8. Semua umat kudus Allah dari kekal sampai kekal

C. GAMBARAN UNTUK GEREJA
a. Tubuh Kristus (I Kor.12:27; Eph.4:12; Kol. 1:18)
– Kristus adalah kepala (Kol. 1:17-18). Kepala dan anggota tubuh memiliki hubungan hidup (Yoh. 15:5)
– Antar anggota tubuh memiliki hubungan yang erat satu dengan yang lain, memiliki karunia
yang berbeda (1 Kor. 12:4-11), tetapi tak terpisahkan satu dengan yang lain, dan dengan
fungsi yang berbeda membangun tubuh Kristus (Efs. 4:11-16; 1 Kor. 12:26)
– Anggota tubuh dalam Kristus saling melengkapi, saling menolong (Ro. 15:7; Gal. 6:1)

b. Mempelai perempuan Kristus (Eph.5:25-32; Why. 21:2; 22:17)
– Menekankan hubungan kasih suami isteri
– Kesatuan yang tak terpisahkan, bagaikan suami isteri adalah dua menjadi satu tubuh (Kej. 2:23)
– Dipersatukan saat kedatangan Kristus yang ke 2

c. Bait Allah, Bait Roh Kudus (Eph.2:20-22; I Tim.3:15; I Kor.3:16; 6:19)
– Roh Kudus adalah sumber hidup gereja (Gal. 5:25)
– Roh Kudus adalah sumber kuasa gereja (Kis. 1:8; Kis. 4:31)
– Roh Kudus adalah kunci kesatuan gereja (Kis. 4:31-32)
– Roh Kudus membagikan karunia sesuai kehendak-Nya kepada gereja ( 1 Kor. 12:11)
– Gereja harus menyatakan kelayakannya sebagai Bait suci dari Roh Kudus

d. Umat Allah (Kel. 3:7; 2 Kor. 6:16; Kel. 15:13-17; Hos. 2:23; Efs. 2:11,16, Ro. 9:24-26)
– Allah menyayangi umat-Nya (Ul. 32:9-10)
– Allah menghendaki umat-Nya setia bagaikan isteri setia kepada suaminya (Roma 2:29; Filp.3:3)
– Allah menghendaki umat-Nya kudus (Im. 20:24-26; Efs. 5:26-27)

D. SIFAT GEREJA
1. Gereja tidak nampak (invisible church)
a. Orang Kristen yang sudah dilahirkan baru (Eph.2:11,22; 1 Pet.1:2)
b. Benar-benar bertobat (Why.5:9)
c. Namanya tercatat dalam kitab kehidupan (Why.21:27)

2. Gereja nampak (visible church)
a. Gereja yang berorganisasi
b. Melalui prosedur baptisan

E. PERIODE-PERIODE GEREJA
1. Periode Perjanjian Lama
a. Adam & Hawa dan keturunannya (Kej.3:15-21; 4:4, 25-26)
b. Nuh, Abraham, Ayub (Kej.6:9; 12:1-3; Ayb 1:8; Ibr.11:4,5,7-12), belum terorganisir dan berpusatkan pada keluarga
c. Periode Musa (Mosaic period), terorganisir resmi dengan berbagai jabatan imam, kurban bakaran (Kel.25:7; 28:1;
30:11-16), tetapi jabatan & kurban tersebut melambangkan Kristus (Ibr.9:11-12,24; 10:1,10; Yoh.1:29)
d. Yesus sendiri mengisyaratkannya (Yoh.10: 14-16)
e. Stefanus menegaskannya (Kis 7:38)

2. Periode Perjanjian Baru
a. Peristiwa Pentakosta (Kis. 2:)
b. Dalam Kristus tanpa perbedaan (Gal.3:26-29)
c. Bereksistensi sampai kedatangan Kristus (Mat.16:18; 24:14)

F. CIRI KHAS GEREJA
1. Kesatuan (the unity of the church)
a. Gereja itu satu, Kristus adalah kepala (Kej.15:5; Why.7:9; Ef.1:22-23; 1 Kor.12:12)
b. Dasar gereja itu satu-Kristus (I Kor.3:11)
c. Satu Allah, iman dan baptisan (Ef. 4:5)
d. Sebagian dari kesatuan itu dinyatakan juga dalam gereja yang konkrit

2. Kekudusan (the holiness of the church)
a. Kudus karena milik Allah (Mat.16:18; Yoh.15: 16,19; Mat.28;20; Yoh.19:14-15)
b. Kudus karena dilahirkan dan dikuduskan oleh Roh Kudus (1 Pet.1:23; 2:9)

3. Keumuman (the catholicity of the church)
a. Meliputi segenap bangsa (Kis.1:8; Mat.28: 19)
b. Melampaui batasan strata, bangsa dan sosial (Kis.15:1-34; 1 Kor.16:1-3)

G. TANDA-TANDA GEREJA (the marks of the church)
1. Memberitakan injil yang benar
a. Sebagai tugas utama dari gereja (Mat.28:19)
b. Jika meninggalkan kebenaran tidak dapat disebut sebagai gereja lagi (Gal.1:6-12)
c. Sebagai tugas dari murid Tuhan yang sejati (Yoh.8:31,47; 2 Tim.1:13; 2:14-18; 1 Yoh. 4:1-3)

2. Menjalankan sakramen gereja
a. Pentingnya persyaratan bagi pemimpin sakramen dan mereka yang menerima sakramen
b. Sakramen sebagai perintah Tuhan Yesus (Mat. 28:19; Luk.22:14-20; 1 Kor.11:23-31)
c. Teladan dari para rasul (Kis. 2:28,39; 8:38; 16:33).

3. Melaksanakan siasat/disiplin gerejawi
a. Menjaga kekudusan gereja (Titus 1:5,9; 1 Kor. 5:5; Gal.1:8-9)
b. Perintah Tuhan Yesus (Mat.16:19)

II. ADMINISTRASI GEREJA (The Government of the Church)

A. Sistem organisasi
1. Papal/Kepausan

2. Sistem Episcopalian (the Episcopalian system)
a. Bishop memegang peranan utama.
b. Sebagai warisan jabatan & otoritas dari para rasul

3. Sistem Lutheran
a. Sebagai akibat dari gerakan reformasi
b. Bersumber pada sistem Episcopalian

4. Sistem Congregational
a. Otoritas tertinggi pada tangan jemaat
b. Mementingkan kemandirian
c. Bertanggung jawab pada sidang pleno jemaat

5. Non sistem organisasi
a. Menolak segala macam sistem
b. Menolak sebutan jabatan gerejawi

6. Sistem Presbyterian
a. Dewan tua-tua memiliki otoritas tertinggi dalam gereja
b. Menekankan organisasi jemaat, klasis dan sinode

B. Jabatan Gerejawi
1. Jabatan khusus (Extraordinary officers)

a. Rasul
 Arti sempit – 12 rasul (Mk.3:14-19; Gal.1:1; Ef.2:20; 1 Kor.2:13; 2 Kor.12:12; 2 Pet.3:15-16)
 Arti luas – panggilan khusus dalam PI. (2 Kor.8:23)

b. Nabi
 Nubuat
 Penafsir/pemberita kebenaran (Kis. 11: 27-28; 15:32)
c. Evangelist: Filipus, Markus, Timotius, Titus termasuk katagori tsb.(Kis. 21:8; Ef.4:11; 2 Tim. 4:5)
 Sebagai asisten rasul
 Diutus untuk misi yang khusus
 Berkhotbah dan membaptiskan
 Ditahbiskan sebagai tua tua (Titus 1:5; 1 Tim.5:22)
 Menjalankan disiplin gereja (Titus 3:10)

2. Jabatan umum (Ordinary officers)
a. Tua-tua (elders)
 Ditahbiskan oleh para rasul
 Mengatur dan menggembalakan gereja lokal (Kis.14:23)
 Syarat tua-tua ( 1 Tim.3:1-7; Titus 1:5-9; 1 Pet.5:1-3)
 Tua-tua/presbuteroi sama dengan penilik jemaat/episkopoi (Titus 1:5-7)
 Menyerahkan sebagian besar/segenap waktu (I Tim.5: 17-18; 1 Kor.9:4-7; 1 Pet.5:1)

b. Pengajar (teachers)
 Berhubungan erat dengan jabatan tua-tua
 Tidak dapat dipisahkan dengan pastoral (Ef.4:11)

c. Majelis (deacons)
 Dimulai zaman rasul (Kis. 6:-)
 Wakil dari gereja dalam bidang sosial
 Dipilih dengan persyaratan yang ketat (Kis. 6:3)
 Setara dengan syarat tua-tua (1 Tim.3:8- 13)
 Disebutkan juga majelis wanita (Ro. 16:1-2)

3. Panggilan & pentahbisan
a. Panggilannya
1. Internal calling
– tidak harus mendapat wahyu khusus
– visi & misi dalam pelayanan
– digerakkan kasih Kristus
– mendapat talenta khusus
– pimpinan Tuhan yang khusus
2. External calling
– melalui hamba Tuhan/rohaniwan
– prosedur pemilihan (Kis. 1:15,16; 6:2-6; 14:23)
b. Pentahbisan
1. Pentahbisan
– harus diuji dulu
– disahkan dihadapan jemaat

2. Penumpangan tangan
– bersamaan dengan ordinasi/pentahbisan (Kis. 6:6; 13:3; 1 Tim.4:14; 5:22)
– lambang menerima suatu jabatan & talenta khusus.

catatan:
(1) Kahal (qahal) berarti “memanggil” ditujukan kepada “perkumpulan” (Ul. 9:10), “jemaah TUHAN” (Ul. 23:1-3), “sekumpulan orang” (Yehz. 16:40; 17:17). Dalam Septuagenta diterjemahkan sebagai “ekklesia” atau “synagoga”
(2)  Ek artinya keluar kaleo artinya dipanggil
(3)  Katekismus Heidelberg, terjemahan Dep. Dogma dan Penelitian Sinode GKT. Hal. 27
(4) Ibid. Hal. 28
(5) Misalnya, GKA, GKT, GKI,GPIB, HKBP dll
(6)  Misalnya, Gereja Katolik, Gereja Protestant, Gereja Reformed, Gereja Baptis, Gereja Lutheran dll Kahal (qahal) berarti “memanggil” ditujukan kepada “perkumpulan” (Ul. 9:10), “jemaah TUHAN” (Ul. 23:1-3), “sekumpulan orang” (Yehz. 16:40; 17:17). Dalam Septuaginta (LXX) diterjemahkan sebagai “ekklesia” atau “synagoga”

(disampaikan dalam Pembinaan Teologia Aktifis Gerejawi GKA se-Wlingi-Blitar dan sekitarnya di P3A Wlingi pada November 2008  dan Pembinaan Penatalayan Terpadu GKA GRACIA Citra Raya Surabaya, 8 Pebruari 2009)

 

2 Responses to “DOKTRIN GEREJA DALAM TEOLOGIA REFORMED Oleh Pdt. Yarman Halawa, D.Min”

  1. Stalwart Says:

    Tuhan mengajarkan bahwa, kita harus mengasihi org lain seperti kita mengasihi diri sendiri…
    saya slalu berusaha, berbuat baik kpd setiap org, terutama org yg jahat pd saya, krn Tuhan pernah berfirman bwhwa biarlah mereka melihat perbuatanmu dan memuliakan bapamu di surga…
    Saya berusaha membantu orang lain, bahkan mengorbankan kepentingan,waktu, dll…karena iman tanpa perbuatan pada hakikatnya adlh mati…
    Tapi pada kenyataannya tidak ada perubahan…mereka malah menghina saya, tdk menggubris saya, dan parahnya mereka malah memanfaatkan, kebaikan tuk kepentingan mrk sndri…
    Saya sbg orang Kristen, tidak mau lepas tangan begitu saja, segala cara sdh saya tempuh, doa,usaha,dll
    Tujuan saya jelas, saya ingin menyadarkan mrk, atas kebenaran akan firman itu…
    Pertanyaanya:
    ap yg hrz saya lakukan?? Saya jelas tidak akan lepas tangan, krn hdp yg skrg saya jalani adlh perjanjian saya dgn Tuhan, jika tdk saya sdh tinggal nama sekarang.., yaitu tuk melayani, sekaligus menyelamatkan mrk yg sesat…spy kembali ke jalan yg benar…back to bible, bkn kembali ke pemahaman sendiri…
    Thx…

  2. Canon Says:

    Sebagai pengikut Kristus, Kita harus bersedia hidup sesuai Firman Tuhan. Terkadang hasilnya tidak langsung nampak. Seringkali dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengetahui hasil dari perbuatan kita. Kita harus percaya Firman Tuhan. Apapun yang kita lakukan sekarang, akan memberikan hasil. Kita harus percaya dan sabar. Yang paling penting, kita selalu mempraktekkan apa yang Tuhan perintahkan yaitu membaca, memahami Alkitab, dan mengamalkannya. Syalom.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s