Gracia4Christ's Blog

Just another WordPress.com weblog

GEREJA REFORMASI DIDALAM RUMAHKU (Lukas 10:38-42; Yohanes 12:1-11 ) by Pdt. Yarman Halawa November 11, 2009

31 Oktober 1517 atau 492 tahun yang lalu Martin Luther memakukan 95 dalil di pintu gereja Wittenburg di Jerman menyuarakan pembaharuan di dalam gereja. 95 dalil itu memanggil gereja dan orang percaya untuk kembali kepada pengajaran Alkitab yang benar serta memimpin dan mengarahkan umat kepada kehidupan rohani yang sehat. Gerakan reformasi gereja ini mengembalikan gereja Tuhan kepada hal2 pokok pengajaran Alkitab yang terpenting: 1. Sola Gracia – keselamatan itu anugerah, bukan diperoleh melalui usaha manusia, manusia tidak bisa diselamatkan dengan membeli surat penghapusan dosa (aflat/indulgencia) yang dijual gereja pada waktu itu, 2. Sola Scripture – hanya Alkitab satu2nya otoritas pengajaran yang benar didalam gereja, 3. Sola Fide – hanya karena iman manusia dapat datang dan di terima oleh Allah, 4. Sola Christos – hanya Kristuslah satu-satunya Tuhan dan Juruselamat, kepala Gereja yang Agung, 5. Soli Deo Gloria- hanya bagi Allah saja segala kemuliaan.

Semangat dari peristiwa ini harus terus kita lestarikan supaya kita selalu ingat bahwa gereja GKA GRACIA Citra Raya adalah gereja yang dibangun dalam semangat reformasi gereja 492 tahun yang lalu. Gereja yang akan terus berjuang untuk mengarahkan dan memimpin umat Tuhan sesuai dengan ajaran Kitab Suci yang benar sehingga mampu memuliakan Allah dengan benar.

Didalam gereja yang telah mengalami pembaharuan pasti terdapat 3 unsur penting: kesaksian ibadah, pelayanan, persembahan. Kesaksian Ibadah – karena didalamnya terdapat pribadi2 dan keluarga2 yang lahirbaru/dilahirbarukan bagi Kristus dan pribadi2/keluarga2 ini pasti giat beribadah kepada Tuhan. Pelayanan – karena anggota2nya pasti terlibat dalam pelayanan besar atau kecil. Persembahan – karena anggota2nya pasti berjuang untuk berkurban dan mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan: waktu, tenaga, pikiran, kemampuan dan harta.

Kita patut bersyukur gereja kita yang akan berusia 11 tahun telah dan sedang terus dibangun dalam semangat reformasi gereja/pembaharuan gereja. Q: Sudah seberapa jauhkah kita telah merealisasikan ke 3 unsur penting ini?

Tema ”Gereja Reformasi Di Dalam Rumahku” adalah untuk mengingatkan kita bahwa ada korelasi antara gereja Tuhan dengan keluarga umat Tuhan yang benar2 telah mengalami pembaharuan. Keluarga2 yang benar2 telah mengalami pembaharuan akan mampu menjadi berkat bagi pekerjaan Tuhan melalui gereja. Pembacaan teks tadi, menunjukan bagaimana keluarga Lazarus, Marta dan Maria dari Betania yang telah mengalami pembaharuan hidup didalam Kristus Yesus mampu menjadi berkat bagi pekerjaan Tuhan yang mendorong kemajuan gereja sampai pada hari ini.

Apa yang kita bisa lihat didalam kehidupan mereka? 1. Lazarus memiliki kesaksian hidup yang luarbiasa – ia dibangkitkan Tuhan dari kematian yang disebabkan karena penyakit yang dideritanya, ia mengalami kuasa Tuhan, kesaksian hidupnya menyebabkan banyak orang percaya Yesus namun sekaligus juga menyebabkan orang2 yang tidak percaya, yang menentang Injil menjadi benci dan hendak membunuh dia. Gereja memerlukan orang2 seperti Lazarus yang menjadi saksi bagi Yesus. Mungkin tidak persis seperti Lazarus yang bangkit dari kematian dan mengalami kuasa yang membangkitkanya dari liang kubur. Namun didalam kenyataan2 hidup sehari2: didalam penderitaan, persoalan dan pergumulan, didalam jalan2 kehidupan yang kita tempuh, dalam setiap keputusan2 kehidupan yang kita ambil, didalam segala sesuatu, orang lain akan dapat menyaksikan bahwa Yesus yang kita percaya itu sungguh ada dalam hidup kita. 2. Marta memiliki karunia melayani – ia dibaharui pola pikirnya terhadap pelayanan yang benar. Bahwa didalam segala situasi ia harus belajar melayani dengan sukacita, tidak melihat manusia, tidak menggerutu, mengeluh dan bersungut-sungut. Gereja memerlukan banyak Marta yang melayani. 3. Maria dengan persembahan yang total – didalam Yohanes 12:1-8 ia mengurapi kaki Yesus dengan persembahan terbaik yang ia miliki yang bila kita renungkan respon dari Tuhan Yesus terhadap tindakannya ini menunjukkan bahwa ia memberi persembahan yang tepat waktu, persembahan yang bernilai kekal karena akan selalu diingat. Gereja memerlukan orang2 percaya seperti Maria yang sungguh2 mengerti arti pengurbanan bagi kemajuan pekerjaan Tuhan di bumi.

Sekarang pertanyaan untuk kita renungkan bersama: mengapa keluarga ini mampu menyatakan kesaksian hidup, pelayanan dan persembahan yang total kepada Tuhan?

Jawabannya jelas, karena didalam rumah mereka benar2 nyata:
1. Sola Christos – keluarga ini adalah keluarga yang telah mengalami pembaharuan dari keyakinan lama mereka dari kepercayaan Yudaisme kepada keyakinan bahwa Yesus sebagai Mesias Tuhan dan Juruselamat hidup pribadi dan keluarga mereka. Yesus menjadi satu-satunya Tuhan dalam rumah mereka dan meyakininya tanpa ragu dan tanpa takut ditengah komunitas masyarakat Yahudi yang menolak meneirma Yesus sebagai Mesias, satu-satunya jalan bagi keselamatan hidup kekal mereka.
2. Sola Scriptura (dalam keluarga mereka FT sungguh2 dijunjung tinggi. Dalam Lukas 10:38-42 dicatat mengenai kunjungan Yesus kedalam rumah mereka dan kita menyaksikan bagaimana Maria –tentunya juga diikuti oleh Marta dan Lazarus – dikatakan telah memilih yang “TERBAIK” yakni mendengar, belajar FT yang diajarkan oleh Kristus. Kata2 Yesus dalam ayat 42, menunjukkan bahwa Maria telah memilih yang terbaik karena ia mau belajar kebenaran dari pengajaran Yesus yang membawa kepada kehidupan yang kekal (manusia bukan hidup hanya dari roti saja tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah). Perhatikan bahwa Tuhan Yesus menegaskan baik langsung maupun tidak disini bahwa belajar mendengarkan ajaran yang benar dan mau hidup berdasarkan ajaran kebenaran adalah yang ’terbaik’ dari segala sesuatu. Perhatikan cf. dalil/tesis 62: Injil/Alkitab adalah harta pusaka yang terutama didalam gereja/rumah orang percaya. Mereka rela tunduk kepada otoritas Firman yang benar dan dengan rendah hati mempersilakan mengajar, mendidik, membimbing, menegur, membangun, menghancurkan konsep pola pikir mereka yang lama menjadi pola pikir yang baru didalam Kristus.
3. Sola Fide – iman yang menyelamatkan memampukan Lazarus dibangkitkan dari kematian. Kalau bukan oleh anugerah iman, Lazarus tidak akan dapat menyambut panggilan Tuhan untuk ia keluar dari dalam kuburnya setelah 4 hari ia ada di dalamnya. Bukankah setiap kita berbagian didalam keselamatan oleh karena iman yang dikaruniakan oleh Allah didalam Kristus sehingga kita dimampukan merespon anugerah-Nya yang menyelamatkan kita dari kebinasaan kematian kekal didalam api neraka yang menyala-nyala? Baik Maria, Martha maupun Lazarus telah belajar hidup dalam iman: mempercayai Yesus di dalam segala keadaan.
4. Sola Gracia – karena pemahaman yang benar terhadap anugerah Tuhan bagi keselamatan hidup kekal mereka; maka, keluarga ini mampu memberikan pelayanan terbaik dan berkenan kepada Tuhan melalui pengurbanan-persembahan mereka. Mereka tidak menghitung-hitung apa yang mereka lakukan bagi Yesus. Dalam Yohanes 12 ketika Yesus mengunjungi rumah mereka ke 3 kalinya sebelum Ia disalibkan, dikatakan bahwa Marta tetap pribadi yang sibuk melayani namun tidak lagi dicatat ada keluhan, percekcokan, protes, gerutuan seperti yang dicatat pada kunjungan Yesus yang pertama didalam Lukas 10:38-42. Semua Ia lakukan dengan senang hati dan penuh sukacita. Sementara Maria, adiknya meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu seharga 300 dinar (gaji 1 orang dalam 1 tahun pada masa itu) menunjukkan bahwa ke2nya berusaha semampu mereka untuk melakukan yang TERBAIK bagi Yesus. Mereka saling melengkapi, bahu membahu bagi pekerjaan Kerajaan Allah. Why bisa melakukan semua ini? Karena mereka tahu jelas apapun yang mereka lakukan bagi Yesus dan pekerjaan Tuhan di bumi ini tidak akan pernah sebanding nilainya dengan apa yang telah Yesus lakukan bagi mereka.

Semua ini membawa mereka kepada apa yang disebut dengan Soli Deo Gloria – segala kemuliaan bagi Allah. Karena FT yang benar ada dalam kehidupan mereka, karena pemahaman terhadap arti iman yang benar membangun hidup percaya mereka, karena Kristus benar2 menjadi satu-satunya Tuhan dan Juruselamat dalam hidup mereka, karena sungguh2 mengerti dan menghayati konsep mengenai anugerah Allah dalam hidup mereka; maka hasilnya adalah: mereka dimampukan memuliakan Tuhan melalui kesaksian hidup, pelayanan dan persembahan mereka. Bagaimana dengan kita?

Reformasi gereja 492 tahun yang lalu adalah juga bertujuan untuk membawa diri kita, gereja dan keluarga kita untuk kembali kepada semangat seperti yang ditunjukkan oleh keluarga Maria, Marta dan Lazarus. Hidup mereka mengingatkan kita kepada tujuan hidup yang sesungguhnya. Mari kita mengingat sekali lagi The Westminster Shorter Chatechism Q1: “Apakah tujuan utama hidup manusia?” A: “Tujuan hidup utama manusia adalah memuliakan Allah dan menikmati Allah selamanya.”

Maka, melalui semangat Reformasi gereja:
1. Mari terus memperjuangkan kehidupan dengan pola pikir yang dibentuk oleh Firman kebenaran. Alkitab/ ajaran kebenaran adalah harta pusaka gereja yang terutama. Sia2 hidup kita, keluarga kita, keluarga kita, perjuangan kita, ibadah kita, pelayanan kita, talenta kita, bakat kita, persembahan kita bila tidak diterangi oleh ajaran kebenaran Firman yang sesungguhnya.
2. Mari semakin memaknai dan menghayati apa artinya berkurban bagi pekerjaan Tuhan. Kita harus memiliki rasa malu sebagai umat tebusan kalau sampai hari ini kita masih belum menjadi kristen yang berkurban dalam mengikut dan melayani Tuhan. Mari terus mengalami pembaharuan. Berubah dari mental “apa yang aku dapatkan dari Tuhan menjadi apa yang aku bisa lakukan bagi Tuhan yang telah menyelamatkan aku dan rela menyerahkan diri bagi penebusanku dari hukuman dosa dan ancaman neraka yang kekal” dari “apa yang aku dapatkan dari gerejaku menjadi apa yang bisa aku lakukan lebih lagi bagi gerejaku sehingga melaluinya pekerjaan Tuhan semakin bertambah-tambah maju.” Mari bertanya selalu menanyakan diri kita, keluarga kita: Apakah yang dapat aku atau keluargaku lakukan LEBIH LAGI bagi Tuhan dan pekerjaan-Nya di bumi?
3. Mari berjuang memiliki kualitas kesaksian hidup percaya yang berkenan dihati Tuhan didalam kehidupan ibadah, pelayanan dan persembahan-pengurbanan yang kita lakukan. Dunia yang berdosa ini harus diperlihatkan perbedaan yang bersumber dari pembaharuan hidup yang telah kita alami, sehingga pada akhirnya orang2 yang benar2 domba dan benar2 gandum Allah dituntun oleh Firman percaya Yesus dan menjadi bagian dari keluarga kerajaan Allah didalam gereja ini.

Selamat menghayati arti dan makna Reformasi Gereja. Kiranya Tuhan Yesus, Kepala Gereja Yang Agung memberkati kita semua! Amin.

(Mimbar Reformasi – GKA GRACIA Citra Raya, 26 Oktober 2009)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s