Gracia4Christ's Blog

Just another WordPress.com weblog

EKSPOSISI INTERAKTIF: KITAB PENGKHOTBAH by Rev. Yarman Halawa, D.Min November 18, 2009

Persekutuan Sola Fide                                                                                                                                             Rabu 3 September 2008

PENDAHULUAN
Kitab Pengkhotbah adalah kitab yang boleh dikatakan sebagai kitab yang paling membigungkan di dalam Alkitab. Disebut membingungkan oleh karena begitu banyaknya ungkapan2 ekstrim bernada pesimis dan tidak ortodox (bertentangan dengan kehidupan beriman yang memiliki pengharapan). Misalnya: segala sesuatu adalah sia-sia -30x, menjaring angin -7x, dst.

Lalu mengapa kitab ini masuk ke dalam kanon Alkitab kita? Ada 4 alasan yang saya hendak kemukakan disini:
1) Secara historis kitab ini diyakini sebagai karya raja Salomo, karena pasal 1:1 penulisnya menyebut dirinya sebagai “Pengkhotbah (Ibr. Qoheleth), anak Daud, raja di Yerusalem.” Dengan demikian, kitab ini mengandung pengajaran sebagaimana kitab2 lain yang diyakini ditulis olehnya (seperti kitab Kidung Agung dan kitab Amsal).
2) Ungkapan2 pesimis dalam kitab Pengkhotbah mengenai kehidupan merupakan refleksi dari Salomo sendiri yang mencoba melihat kehidupan dengan sudut pandang terbaik yang ia miliki berdasarkan renungan2 dari pengalaman hidup pribadinya (pada saat itu), dimana ia pada akhirnya menemukan dan meratapi betapa kosongnya nilai kehidupannya yang mengesampingkan atau mengabaikan Allah.
3) Pesan yang ada di dalamnya sangat relevan dengan kehidupan kita sebagai umat Tuhan di zaman modern ini. Di tengah kemajuan peradaban, kecanggihan teknologi, kehidupan yang super sibuk – hidup semakin materialistis, egois, hedonis dan makin sekuler yang mengakibatkan makin merosotnya nilai2 moral, hancurnya nilai2 kristiani dalam keluarga, usaha, pekerjaan, ibadah, pelayanan dan segala aspek kehidupan manusia pada umunya (politik, social, budaya) – kitab ini memanggil kita sebagai anak Tuhan, agar tidak menjalani kehidupan di dalam kebodohan tetapi dengan bijaksana sesuai tuntunan terang firman Tuhan.
4) Kitab ini harus di lihat sebagai sebuah kitab peringatan agar generasi kristen masa kini dan yang akan datang tidak mengabaikan dan mengesampingkan Tuhan dalam kehidupan mereka.

Renungan 1
KESENANGAN HIDUP ITU TERNYATA HANYA SESAAT (1:1-2:26)

Dalam pengamatanya mengenai kehidupan, Pengkhotbah menyimpulkan bahwa hidup itu:
1. Membosankan – terus berusaha dan berjerih payah (Ayat 3)
2. Ringkih – penuh resiko dan tidak abadi (ayat 4)
3. Terperangkap di dalam lingkaran (ayat 5-7)
4. Tidak pernah puas (ayat 8)
5. Tidak pernah berubah (ayat 9-10)
6. Tidak berarti (ayat 11)

Mengapa demikian?
Pengkhotbah menemukan kesimpulan berdasarkan pemeriksaan dan penyelidikannya (perhatikan ayat 12-13a):

1. Hidup itu terkutuk (ayat 13)
2. Hidup itu ibarat menjaring angin (ayat 14)
3. Hidup itu tidak lurus (ayat 15)

PENCARIAN ARTI HIDUP YANG SIA-SIA (2:1-23)
1. Mencari melalui kesenangan (ayat 1-10)
– pesta (ayat 2)
– minuman (ayat 3)
– aktivitas2 yang ‘bermanfaat’ (ayat 4-6)
– kekuasaan (ayat 7-8a)
– seksualitas (ayat 8b-10)

2. Mencari melalui hikmat manusiawi (ayat 12-16)
– kikmat manusia = kebodohan (ayat 12-14)
– kematian menyamakan orang berhikmat dan orang bodoh (ayat 15-16)

3. Mencari melalui kerja keras (ayat 17-23)
– hasil jerih lelah tidak akan dibawa ke liang kubur (ayat 18, 21)
– menambah ketidaktentraman (ayat 23)

Kesimpulan:
Segala bentuk usaha manusia yang mengabaikan dan mengesampingkan Allah untuk mencapai kesenangan hidup adalah sia-sia. Kesia-siaannya terletak pada sifatnya yang temporal dan ketidakmungkinannya dalam memberi manusia harapan, rasa tentram, dan bahagia yang sejati.

Diskusikan:
1. Perhatikan ayat 24-25. Apakah ayat2 ini mengajak kita untuk menjadi umat Tuhan yang bergaya hidup hedonistis (senang2)? Kemukakan alasan Anda.
2. Bagaimana Anda memahami perkataan Tuhan Yesus dalam Markus 8:36-37 dalam kaitan dengan pencarian arti hidup yang sia-sia yang dikemukakan oleh Pengkhotbah disini?

 

Persekutuan Sola Fide Rabu, 10 September 2008

Renungan 2
KERJA KERAS & WAKTU TUHAN (3:1-4:6)

RENCANA ALLAH BAGI KEHIDUPAN (3:1-8, 11)
Pengkhotbah kembali merangkum pengamatannya mengenai kehidupan dalam bentuk puisi yang bertujuan:
1) mengingatkan kita bahwa kita beroleh hidup hari lepas hari dari tangan Allah (cf. 2:24-
26; 3:12-14);
2) menyadarkan kita bahwa Allah telah mengatur sedemikian rupa segala sesuatu terjadi
tepat menurut waktu yang Ia telah tetapkan dan tetap mengontrol pelaksanaannya;
3) kita memiliki kewajiban untuk melihat segala sesuatu dengan cara dan waktu yang
tepat dan bertindak dengan tindakan yang tepat pula (cf. Efesus 5:15-17);
4) ketika kita memandang dengan tepat dan melakukan sesuatu yang tepat menurut
waktu Tuhan, hasilnya adalah “keindahan” (ayat 11 cf. Roma 8:28).

Segala Jerih Lelah Tanpa Allah Akan Sia-Sia (3:9-15)
– Jerih lelah tidak ada gunanya apabila tidak disertai dengan kebergantungan kepada
Allah yang menyediakan pekerjaan (9, 11).
– Bagaimanaun susahnya, pekerjaan adalah cara Allah untuk memelihara hidup manusia
(10, 13 cf. Kejadian 3:17-19).
– Keahlian tanpa Tuhan adalah kesia-siaan (14-15).

Peringatan 1: Allah Akan Mengadili Segala Sesuatu (16-22)
– Tidak ada satupun keadilan yang sempurna di dalam dunia (16)
– Keadilan yang sempurna pasti akan terjadi pada waktu Tuhan (17 cf. 2 Korintus 5:10)
– Hidup dengan cara pandang yang benar mengenai arti dan nilai hidup akan
mendatangkan kesenangan pada akhirnya (18-22 cf. Wahyu 14:13)

Problem Dunia Kerja: Ketidakadilan dan Persaingan (4:1-5)
– Ketidakadilan: Yang kuat menindas yang lemah (1)
– Persaingan: menghalalkan segala cara (4)
– Peringatan 2: Allah akan mengadili ketidakbenaran! (5)

Kesimpulan
Segala hasil jerih lelah dari kerja keras akan sia-sia apabila mengesampingkan dan mengabaikan Allah (4:4b, 6).

Ayat 6 memberi 3 rahasia menikmati jerih lelah hidup dengan tenang:
1. Belajar puas dengan pekerjaan yang Tuhan karuniakan.
2. Fokus utama bukan pada berapa banyak dan seberapa besar tetapi ketika kita bisa mengucap syukur kepada Tuhan atas segala hasil jerih lelah kita dan menikmatinya dengan penuh sukacita.
3. Pastikan kita meraih dan mengumpulkan hasil jerih lelah dengan cara yang benar di dalam waktu yang Tuhan berikan.

 

2 Responses to “EKSPOSISI INTERAKTIF: KITAB PENGKHOTBAH by Rev. Yarman Halawa, D.Min”

  1. bebe Says:

    penulis kitab pengkhotbah siapa yah?

    • graciacitra4christ Says:

      Kitab Pengkhotbah tidak secara langsung mengidentifikasi siapa penulisnya. Ada beberapa ayat yang menyiratkan Salomo menulis buku ini (1:1, 12, 16; 4:1; 10:20. Keyakinan konvensional adalah bahwa penulisnya memang Salomo.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s